Sinterklaas, Kapoentje!! (Saint Nicholas, My dear one!)

Ketika masih kecil dulu, saat tiba masa-masa natal, saya dan anak-anak kecil lainnya selalu bersemangat nonton film kartun di Minggu pagi. Karena di tv sering ditayangkan film-film kartun bertema natal dengan figur seorang Santa gendut berbaju merah yang baik hati. Ya, itulah Santa Claus, atau yang sering disebut Sinterklas oleh orang-orang Indonesia. Masa kecil saya memang tidak dilalui dengan tradisi menaruh kaus kaki di perapian dan menemukan kado dibawah pohon natal. Namun sosok Santa Claus gendut, Rudolf si rusa, serta segala hal tentang Magic Christmas from the North Pole telah memenuhi benak dan imajinasi saya sejak kecil hingga dewasa.

Pagi hari saat menemukan sepatu telah terisi penuh Pepernoten

Sampai ketika saya hijrah ke Belanda pada 2012 silam. Saat memasuki bulan November, sudah mulai terlihat keriaan sebuah tradisi menyambut sosok pria tua berjenggot panjang berjubah merah yang mereka sebut Sinterklaas (dengan dua huruf A pada 'klaas'). Okay... Hold on... What is this?! Kalimat tersebutlah yang meluncur dari mulut saya saat keluarga angkat saya sibuk berceloteh tentang rencana perayaan hari Sinterklaas itu. Awalnya saya bingung, kenapa warga Belanda sudah mulai sibuk menaruh sepatu didepan perapian sejak pertengahan bulan November. Kemudian diseluruh penjuru negeri banyak terpampang wajah si Bapak Tua berjenggot dan berkuda putih serta para partnernya yang hitam dan berbaju warna-warni. Seluruh toko mulai dipenuhi dengan yang manis-manis, mulai dari cookies bulat kecil bernama Pepernoten dan Kruidnoten, Coklat Alfabet (Letter Chocolate), Speculaas, Chocolate coins, Marzipan, dan segala kenikmatan yang dapat memicu gigi berlubang! Heran mendengar obrolan sehari-hari anak-anak di sekolah yang semua membicarakan tentang kado dari Sinterklaas. Dan kagum saat melihat keluarga Belanda yang berkumpul didepan perapian dengan sepatu sebelah serta semangkuk wortel dan jerami, menyanyikan lagu-lagu tradisional untuk mengundang Sinterklaas. Oh wow... Apakah ini gerangan? Sebuah hal baru yang sangat menggelitik untuk dicari tahu!

bagaimana cara membedakan keduanya :)
Pepernoten, Marzipan, Candy... hmmm...

Akhirnya, setelah dijelaskan panjang lebar oleh keluarga angkat saya, serta berbekal semalaman menelusuri Google, saya pun paham siapa itu Sinterklaas. :)
Singkat cerita, akan saya jelaskan perbedaan Sinterklaas dan Santa Claus (yang notabene merupakan satu sosok bernama asli Saint Nicholas yang berperan penting dalam keceriaan dunia per-natal-an anak-anak. hehe).

Santa Claus; Atau Saint Nicholas, di dataran America, digambarkan sebagai sosok pria gemuk berjenggot putih dan berpipi tembam, memakai baju merah berkerah putih, topi merah, ikat pinggang hitam, bersepatu hitam, terlihat membawa sekarung hadiah, naik kereta salju yang dikemudikan oleh rusa kutub dan salah satunya yang berhidung merah bernama Rudolf, tinggal di kutub utara bersama istri dan para kurcaci/peri. Dia mempunyai pabrik mainan di kutub utara dan bekerja sepanjang tahun membuat list nama anak-anak yang baik diseluruh penjuru dunia, serta menyiapkan mainan untuk kado natal mereka. Santa Claus akan membagi-bagikan hadiah untuk anak-anak pada malam natal tanggal 24 Desember. Dia akan turun melalui cerobong asap dan meletakkan kado natal di bawah pohon natal.

de zak van Sinterklaas
Sinterklaas (dalam tradisi Belanda); Yang juga adalah Saint Nicholaas, digambarkan sebagai sosok pria tua jangkung (tidak gemuk) berambut dan berjenggot panjang putih, memakai jubah serta topi bishop merah dengan lambang salib di atasnya, membawa tongkat emas dengan bentuk melingkar di atasnya, memakai cincin batu Ruby merah, serta membawa buku besar nan tebal yang berisi catatan nama anak-anak di seluruh penjuru negri. Sinterklaas datang berlayar dari Spanyol ke Belanda lewat laut dengan menggunakan steamboat. Dia akan mengendarai kuda putih berkeliling Belanda untuk membagi-bagikan hadiah kecil sebelum tanggal 5 Desember (yang merupakan hari ulang tahun nya) dan akan memberikan kado utama yang spesial tepat pada tanggal 5 Desember.
Dalam menjalankan misinya, Sinterklaas dibantu oleh sekelompok Zwarte Piet (Pete Hitam) yang digambarkan berwajah hitam, rambut keriting hitam, berbaju warna-warni, serta berpenampilan ceria. Mengapa para asisten Sinterklaas ini hitam? Apakah mereka ini para budak Africa yang bekerja untuk sang Santa? (seperti yang banyak digunjingkan belakangan ini mengenai unsur racism dan slavery dalam tradisi Sinterklaas) Oh tentu tidak... Wajah Piet ini hitam lantaran mereka sering keluar masuk cerobong asap untuk turun ke perapian dan menaruh hadiah di dalam sepatu anak-anak. Konon, jika anak-anak nakal, si Piet ini akan memukul mereka dengan sapu yang terbuat dari ranting pohon willow (disebut Roe di Belanda) dan memasukkan anak yang nakal kedalam karung untuk kemudian dibawa ke Spanyol bersama rombongan naik steamboat.

intocht van Sinterklaas di Amsterdam

CSinterklaas event di Rotterdam

De Hoofdpiet alias kapten rombongan Zwarte Piet

Oke, kembali ke tradisi yang di Belanda. Jadi, di Belanda (serta di Belgia, Luxembourg, dan Perancis bagian utara) tradisi Sinterklaas ini masih kental dirayakan. Dimulainya hari-hari perayaan Sinterklaas ditandai dengan tibanya sang Sint dari Spanyol dengan naik Steamboat. Biasanya Sint datang pada hari Sabtu di pertengahan bulan November. Kedatangan Sint di dermaga kota-kota di Belanda, disambut gembira oleh masyarakat yang berkerumun untuk melihat sang Sint berparade di atas kuda putihnya, diiringi dengan para Zwarte Piet yang berjoget serta membagi-bagikan permen dan cookies ke masyarakat. Anak-anak akan menyanyikan lagu-lagu seperti Sinterklaas Kapoentje, Zie ginds komt de Stoomboot, Sinterklaasje Bonne3x, dan masih banyak lagi lagu lainnya.

De zak van Sinterklaas (karung berisi hadiah dari Sint)

I got it last night! Chocola Letter; C for Cescliciouz ;)

Selama kurang lebih 3 minggu, Sinterklaas akan sibuk mengunjungi sekolah-sekolah dan rumah sakit, serta membagi-bagikan hadiah kecil di malam hari. Sebelum tidur, anak-anak akan  meletakkan sebelah sepatu mereka didepan perapian (atau di depan heater radiator jika di rumahnya tidak ada perapian) beserta semangkuk wortel dan jerami. Kemudian akan bernyanyi bersama orang tua mereka. Keesokan paginya, mereka akan menemukan sepatu mereka terisi penuh dengan pepernoten, coklat, marzipan, dan sebungkus kecil hadiah dari Sinterklaas. Kegiatan ini dilakukan 2-3 kali seminggu, hingga tiba tanggal 5 Desember yang merupakan hari ulang tahun Sinterklaas. Maka pada tanggal 5 Desember malam harinya, yang disebut dengan Sinterklaasavond atau Pakjesavond, Anak-anak percaya Sinterklaas akan memberikan kado utama yang spesial untuk mereka. Malam itu, saat anak-anak sedang gelisah menanti, akan terdengar bunyi gedoran di pintu "BAM! BAM! BAM!" Yang kemudian diikuti oleh seruan anak-anak yang bersemangat membuka pintu dan menemukan sekarung hadiah teronggok didepan pintu, atau selembar surat yang berisi petunjuk untuk menemukan sekarung hadiah didalam rumah (yang konon telah disembunyikan oleh Zwarte Piet). Dan jadilah malam itu malam spesial dimana sekeluarga berkumpul didepan perapian menyanyikan lagu Sinterklaas dan membuka sekarung hadiah. Hadiah-hadiah tersebut diperuntukkan tak hanya untuk anak-anak tapi juga orang dewasa (meski mereka tak lagi percaya pada keajaiban Sinterklaas) yang biasanya disertai dengan sebuah surat berisi puisi nasehat bagi si penerima hadiah.

Special family dinner on Pakjesavond (Dec 2012)

Anak-anak yang gelisah menunggu Sinterklaas :))
bolak-balik ngintipin jendela hehehe

Taraaaaa....
Sekarung hadiah pun mendarat secara misterius di depan pintu!

Kesibukan suasana buka kado pada Pakjesavond 2014

Sinterklaas dipercayai oleh anak-anak kecil yang berumur dibawah 10 tahun. Umumnya,saat mereka sudah beranjak besar, mereka akhirnya menyadari bahwa Sinterklaas hanyalah sebuah tradisi musim dingin dan bahwa segala misteri keajaiban Sinterklaas adalah tak lain peran para orang tua mereka sendiri. Memang, para orang tua dan dewasa lah yang berperan dalam kesuksesan tradisi Sinterklaas ini. Mulai dari menceritakan kisah Sinterklaas, menanamkan nasehat-nasehat melalui puisi yang dikirim Sinterklaas ke anak-anak, mengisi sepatu anak dengan pepernoten dan hadiah kecil, membuat skenario gedoran di pintu dan membeli sekarung hadiah untuk anak mereka, serta berakting layaknya mereka juga sangat antusias mendapatkan kado dari Sinterklaas. Tak lupa juga para sukarelawan yang telah berakting dengan sangat dramatisnya sebagai para Sinterklaas dan Zwarte Piet yang muncul di berbagai kota, televisi, sekolah, dan jalanan. Tanpa aksi mereka, tradisi Sinterklaas hanyalah cerita dongeng belaka.

Pada November 2012, saya beruntung bisa ikut serta dalam 3 moment penting:
1. intocht van Sinterklaas (arrival of Sinterklaas) di Amsterdam
2. Dinner with Sinterklaas sambil berlayar di atas steam boat di sepanjang sungai Nieuwe Mass Rotterdam!
3. Clubbing with Sinterklaas (Couchsurfing event) di Rotterdam.
Intocht van Sinterklaas (National arrival) adalah event dimana Sinterklaas tiba pertama kalinya di Belanda setelah berlayar dari Spanyol dengan menggunakan steam boat bersama rombongan Zwarte Piet. Kedatangan Sinterklaas ini dirayakan dengan parade, musik, serta hingar bingar masyarakat dan anak-anak yang antusias melihat sang Sint keliling kota dengan menunggang Amerigo, si kuda putih piaraannya. Setelah national arrival di Amsterdam, biasanya diikuti dengan local arrival di kota-kota berpelabuhan lainnya, sebagai simbol kedatangan Sinterklaas di berbagai penjuru Belanda.
Kemudian, seminggu sebelum Sinterklaasavond, saya berkesempatan ikut sailing dinner di atas kapal steam boat nya Sinterklaas. Tentu saja sang Sint dan Zwarte Piet pun turut hadir dan memeriahkan malam itu. Saya beserta rombongan dihibur dengan nyanyian dan jokes serta makan malam yang meriah. Tak lupa juga dapat bingkisan kecil dari Zwarte Piet yang berisi Chocola Letter, jeruk Mandarin, serta Pepernoten.
Dua hari menjelang Sinterklaasavond, komunitas Couchsurfing Rotterdam mengadakan event di sebuah nightclub dengan mengundang Sinterklaas dan Zwarte Piet untuk memeriahkan acara. Rombongan mereka tiba dan memeriahkan dance floor dengan tingkah kocak Zwarte Piet dan banyolan lucu dari Sint. Well, ternyata Sinterklaas tak hanya mengunjungi sekolah dan rumah sakit. Nightclub pun tak luput dari kunjungannya. Haha...

Lieve Zwarte Piet! :D

Zwarte Piet bagi-bagi Pepernoten

Sinterklaas parade

Salah satu anak kecil yang antusias memakai kostum Zwarte Piet

tampaknya semua partisipan memakai kostum Zwrte Piet semua ya :)

Tiga tahun merayakan Sinterklaas, membuat saya jatuh cinta pada tradisi unik ini. Meski saya bukan lagi anak-anak, saya pun ikut-ikutan antusias dan deg-degan tiap kali menengok ke perapian di keesokan harinya, untuk menemukan kejutan kecil apa lagi yang dikirim 'Sinterklaas' (atau sebenarnya host family saya) untuk saya hari ini. Terlebih saat tanggal 5 Desember tiba. Wah, senyum mengembang sepanjang hari, membayangkan akan ikut terlibat dalam 'Skenario Gedoran Pintu' serta membuka kado special di malam harinya! :)

Poem letter dari Sinterklaas :')

beberapa kado dari Sinterklaas (2012)
Bedankt voor cadeautjes, Sinterklaasssss!!!

Saat tulisan ini dibuat, tanggal 6 Desember 2014, Sinterklaas sedang dalam perjalanannya kembali berlayar di atas steamboat menuju Spanyol. Dan kemeriahan festival perayaan Sinterklaas pun berakhir sudah. Sampai jumpa tahun depan ya, Sint!! ;)

we rock the dance floor! :))


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Inspirational Travel Quotes

Shop Hop in Netherlands!

Explore Australia for a year? Why not! :)