Overland to Scandinavia


Perjalanan overland antar negara kali ini saya gambarkan sbb:
Jarak Belanda-Denmark lebih cepat jika ditempuh dengan mobil ketimbang kereta. Dan saya pernah mencoba keduanya. Jika dengan kereta, waktu tempuh yang dibutuhkan dari Utrecht-Belanda menuju Copenhagen-Denmark sekitar 16 jam, namun dengan mobil hanya butuh 8-9 jam saja. Kenapa? Karena kereta harus melintasi jalur memutar dari Hamburg melalui mainland Jutland, pulau tengah Odense, baru kemudian pulau utama Denmark tempat Copenhagen berada yaitu Zealand. Sedangkan jika menggunakan mobil, tak perlu memutar melalui rute tersebut. Dari Hamburg bisa langsung menyeberang ke Zealand menggunakan Boat. Itulah mengapa overland dengan mobil ke Denmark jauh lebih singkat dari kereta.

View atau pemandangan sepanjang jalan lumayan bikin mata seger dengan warna hijau alam nya. Meski mungkin tak seindah pemandangan di sepanjang jalur overland Swirzerland, Austria, maupun Italia. Sebagian besar pemandangan sepanjang jalur Belanda-Denmark adalah hutan dan lahan pertanian. Dimana jika musim dingin kemungkinan akan sangat membosankan dengan pepohonan gundul dan lahan keabu-abuan itu.
Saat musim semi dan musim panas, lumayan oke dengan bunga-bunga liar sepanjang bahu jalan dan pepohonan hijau berjejer lebat. Saat musim gugur, di beberapa tempat dapat ditemukan kelompok pepohonan berdaun jingga bahkan merah.

Ada beberapa perbedaan yang bisa ditangkap dari 3 negara yang saya lalui saat overland trip.

1. Belanda
Negara artifisial ini benar2 terlihat rata, super flat, sejauh mata memandang. Kiri kanan highway kebanyakan areal lahan pertanian maupun peternakan. Banyak terlihat kanal-kanal kecil (biasa disebut Dijk) yang berfungsi sebagai marka pembatas sekaligus sebagai sistem irigasi, membelah-belah lahan pertanian. Hewan ternak seperti sapi perah warna hitam putih layaknya gambar di kemasan tetrapack Susu Ultra terlihat merumput berkelompok atau bahkan duduk goler-goler santai. Kuda dan poni pun bertebaran di lahan hijau terbuka, seringkali bersebelahan dengan domba-domba berbulu gemuk ala Shaun the Sheep yang juga asyik merumput. Tak jarang terlihat kelompok penunggang kuda sedang berkuda santai di sepanjang jalur Dijk dengan jejeran pohon Birch di kanan kirinya. Bentuk rumah di Belanda khas dengan rumah mungil beratap tinggi runcing, kebanyakan dengan dinding berwarna coklat gelap dan list jendela warna putih. Meski sebenarnya yang paling asli Belanda adalah rumah berwarna hijau tua, yang kini hanya dapat ditemukan di sedikit area saja, seperti di Zaandam contohnya. Well, balik lagi dengan rumah pinggir jalan yang sedang saya ceritakan, kebanyakan rumah2 tersebut punya pekarangan yang tertata rapi dan pasti ada saja bunga nya. Karena orang Belanda terkenal dengan kegemarannya terhadap bunga, maka tak heran di setiap pekarangan mereka pun ada tanaman bunga.

Pemandangan umum di lahan pertanian Belanda


2. Jerman
Negara dengan luas berkali-kali lipat dari Belanda ini memiliki kontur daratan yang tak terlalu rata alias sedikit naik turun. Dengan rata-rata areal nya berupa hutan ber vegetasi empat musim di kanan kiri jalan, serta areal lahan pertanian yang sepi dari kumpulan hewan ternak seperti yang terlihat di lahan pertanian Belanda. Hanya beberapa kali terlihat kelompok sapi berwarna cokelat, yang saya tebak sebagai ternak sapi potong, sedang merumput di area peternakan. Rumah2 Jerman berbentuk compact besar dan beratap tinggi, memberikan kesan luas dan kokoh. Jarak satu rumah dengan rumah lain tidak begitu dekat bahkan seringkali dipisahkan oleh lahan pertanian. Namun ini saya hanya bercerita tentang apa yang terlihat di sepanjang highway ya, country side, bukan di pusat kota. Tentu kondisi perumahan nya akan terlihat berbeda dengan yang ada di pusat kota. Dan masih banyak terlihat lahan kosong tak terpakai yang isinya hanya semak belukar dan beberapa pohon. Mungkin saking besar nya wilayah Jerman, sampai masih banyak lahan yang tidak bertuan dan dimanfaatkan.



3. Denmark
Kurang lebih sama seperti Jerman, landscape Denmark pun naik turun dengan landai. Pemandangan bukit-bukit berumput hijau mirip di film Teletubbies tampak menggemaskan di sepanjang jalan. Tak jarang melewati hutan empat musim, meski tak sebanyak di Jerman (sepanjang highway dari Zealand ke Hamburg).
Rumah-rumah di Denmark memiliki bentuk dan warna yang berbeda dengan rumah di Jerman maupun Belanda. Bentuk atap segitiga, dengan body rumah simetris dan berwarna putih atau pastel, dengan pekarangan luas. Bentuk rumah yang sangat simpel mengingatkan pada bentuk rumah yang umumnya ada di kertas gambar anak-anak.

Namun, di antara semua perbedaan itu, ada dua persamaan yang saya temukan di sepanjang perjalanan.
1. Banyak terdapat kincir angin di lahan-lahan terbuka. Bukan kincir angin tradisional seperti di Belanda ya, melainkan kincir angin besi berwarna putih, yang tak lain merupakan pembangkit listrik tenaga angin. Kincir-kincir itu berjejer rapi di lahan luas dekt highway.
2. Hamparan kebun bunga Canola atau Rapeseed berwarna kuning, yang terutama saat musim semi, banyak terlihat menghampar di kiri kanan highway. Berhektar-hektar tanaman penghasil minyak ini sangatlah indah dan lumayan mengusir bosan saat perjalanan. (Kisah perburuan Canola ada di postingan saya selanjutnya.)

Canola fields along the way


Singkat kata, perjalanan selama 9 jam bisa terasa membosankan atau mengasyikkan, tergantung bagaimana kita mempersiapkan nya. Berikut ini saya bocorkan tips supaya perjalanan overland terasa menyenangkan:
# Bawa buku! Lumayan dapat beberapa chapter selma perjalanan kan :)
# Nonton film di iPad atau handphone
# Isi iPod atau mp3 player dengan lagu2 yg bisa bikin goyang, jangan yang melow, biar gak ngantuk
# Bawa cemilan! Wah kalo ini sih saya selalu bawa sekarung. Hahaha...
# Sedia kopi siap minum atau energy drink, supaya gak ngantuk melulu.
# Kamera & Tongsis! Biar gak mati gaya, boleh donk foto-foto dijalan hihihi....
# Bagi yang suka art, bisa bawa art atau kerajinan tangan yang bisa dikerjain sambil duduk di mobil. Macam menyulam, looming, atau bahkan melukis sketsa.
# Ngeblog on the road! :D Hehe... dan ini yang biasanya saya lakukan. :p

Kisah perjalanan overland saya lainnya (di Eropa Timur) akan saya paparkan di cerita-cerita selanjutnya ya. ;)

                      

Comments

Popular posts from this blog

Inspirational Travel Quotes

Shop Hop in Netherlands!

Explore Australia for a year? Why not! :)