More Steps to... Netherlands!

Selama 365 hari alias satu tahun sudah saya tinggal di Negeri Kincir Angin Belanda, yang kemudian belakangan sering saya plesetkan sebagai Negara Angin Gede atau kadang Negara Kipas Angin. Lantaran tingkat kecepatan angin nya yang luar biasa hingga mampu mempensiunkan kamera digital saya yang bertengger manis diatas tripod! Tak hanya kamera yang RIP, juga 3 buah payung saya pun semuanya 'njepat' tak berdaya ditiup angin Belanda. Well, tak heran memang negara ini famous dengan kincir-kincir anginnya.

Selain Negara Angin Gede, saya juga iseng-iseng menyebutnya Negara Super Rata, lantaran kontur daratan Belanda yang memang sangat rata dan nyaman banget untuk bersepeda. Seperti kita tahu, sebagian besar dataran Belanda berada di bawah permukaan laut. Negara artificial ini terkenal dengan teknologi dam/bendungan nya yang super canggih, sehingga mampu membendung air laut di sekeliling negaranya, dan menjaga datarannya tetap kering. Saya suka sekali naik kereta di Belanda dan melalui beberapa kota, karena pemandangan sepanjang perjalanan sangat cantik dan memanjakan mata. Mulai dari hamparan padang rumput dengan sekelompok sapi atau kuda dan domba, hamparan kebun gandum dan jagung, hutan dengan pepohonan empat musim, serta jejeran rumah-rumah kecil beratap runcing khas Belanda. Saya bisa menghabiskan waktu seharian hanya dengan duduk di kereta menuju kota-kota kecil di pinggiran Belanda.

Tak terbayangkan bahwa negara ini, monarki ini, dulunya pernah punya sejarah pahit dengan Indonesia. Penjajahan kolonialisme selama 3,5 abad di negara Indonesia tercinta telah menorehkan sejarah yang kurang enak dikenang, baik oleh kita warga negara Indonesia sendiri maupun oleh warga Belanda. Mereka mengklaim bahwa mereka tidak bangga dan bahkan sedih jika mengingat sejarah tersebut. Namun karena sejarah itu pula lah kini di Belanda banyak kita temukan orang-orang Indonesia, baik yang tulen maupun keturunan, tinggal dan beranak pinak di negara bekas penjajah tersebut. Tak hanya orang-orangnya, namun juga pengaruh budaya dan kuliner kental mewarnai Belanda masa kini. Makanan Indonesia terkenal enak di kalangan warga Belanda. Sering mereka selalu menyebut "Indonesia, hmmm lekker eten!" yang artinya makanan enak!. Begitu pula dengan menjamurnya resto masakan Indonesia di berbagai kota, yang biasanya dimiliki dan dikelola oleh orang Indonesia, juga banyak supermarket yang menjual bahan-bahan makanan Indonesia. Jadi jangan khawatir jika kangen masakan Indonesia, kita bisa dengan mudah datang ke resto Indonesia atau bisa juga masak sendiri, seperti yang selalu saya lakukan selama tinggal disini. Berhubung makan di resto tergolong mahal, jadi saya prefer masak sendiri. Dan disini pulalah akhirnya saya belajar masak rendang, soto, gado-gado, rica-rica, dll. Bahan-bahan bisa didapatkan di toko China atau toko Indonesia. Toko China lengkap adalah Toko Wah Nam Hong, ada di Den Haag, Rotterdam, dan Utrecht. Indomie, Teh Botol Sosro, Sambal ABC, Kecap Bango, bahkan Tolak Angin pun bisa dengan mudah didapat di toko ini.

Pengaruh budaya Indonesia di Belanda bisa dilihat dari event-event kebudayaan yang sering digelar di Belanda. Contohnya event Pasar Malam Indonesia dan Tong-Tong Fair, yang keduanya secara rutin diselenggarakan tiap tahun di Den Haag sekitar bulan Maret-Mei. Event ini layaknya sebuah pasar malam atau pameran, yang isinya tentu kuliner nusantara, pertunjukan kesenian dan kebudayaan, serta stand-stand kerajianan khas nusantara. Selain itu, beberapa museum di Belanda juga dengan gamblang memaparkan kebudayaan Indonesia. Salah satu contohnya adalah ketika saya berkunjung ke Museum Volkenkunde di Leiden pada bulan Mei lalu. Di museum ini ada section atau ruangan yang isinya berbagai benda-benda seni Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Papua. Bangga rasanya menyaksikan kekayaan nusantara dipajang dan dipamerkan disini, di negara bekas penjajah nusantara. Namun di saat yang sama, saya pun sedikit merasa malu, karena bahkan saya sendiri yang seorang Warga Negara Indonesia, tidak memiliki pengetahuan yang luas akan kebudayaan bangsa saya sendiri. Di museum ini, saya mencoba bermain gamelan bersama para pengunjung lainnya, yang notabene kebanyakan warga lokal. Ironis memang, malah di negara lain saya belajar tentang kebudayaan bangsa saya sendiri!

Jika ditanya, mana kota favorit saya di Belanda.... well, saya bingung jawabnya! Mari kita bahas satu persatu.

Rotterdam
Saya tinggal di Rotterdam, kota terbesar kedua di Belanda yang penampakannya lain dari yang lain, sebuah kota metropolitan modern yang sarat dengan denyut bisnis, perkantoran, dan fashionista. Tinggal di kota modern ini, tidak terasa seperti tinggal di Belanda, melainkan disebuah negara bagian di dataran Amerika. Hehe... Ya, karena wajah kota ini diwarnai dengan bangunan-bangunan modern, sistem transportasi, tata kota,  dan kebersihan yang patut diacungi jempol. Kota ini nyaman untuk tinggal, namun kurang eye-catching untuk tujuan wisata. Jadi, kategori untuk 'The Nicest Area for Living' menurut saya, jatuh pada kota Rotterdam ini.
Namun, bukannya tidak ada yang tidak bisa dilihat dari kota ini. Rotterdam juga punya beberapa spot menarik seperti The Cube House atau Kijk Kubus. Bangunan apartment modern dengan bentuk segitiga bergerombol ini merupakan salah satu atraksi paling diminati oleh wisatawan. Rumah-rumah kubus berwarna kuning ini bisa ditemukan di depan stasiun Rotterdam Blaak, disebelah gedung berbentuk pensil atau Het Potlood. Di belakang Cube House ini terdapat sebuah pelabuhan tua bernama Oude Haven, tempat tertambatnya kapal-kapal tua yang masih beroperasi. Di pinggiran Oude Haven berjejer cafe-cafe outdoor yang cozy untuk sekedar ngopi atau nge-beer. Favorit saya adalah cafe Villa Kakelbont, tempat ngumpulnya komunitas Couchsurfing Rotterdam setiap minggu. Tepat di depan Oude Haven, berdiri sebuah gedung putih bernama Witte Huis yang dulunya merupakan gedung tertinggi pertama di Eropa. Namun sekarang tentunya sudah kalah oleh gedung-gedung lainnya. Dari Oude Haven ini, bisa terlihat sebuah jembatan merah tak jauh di sebelah kiri, bernama Willemsburg, yang berwarna kontras dengan jembatan putih terkenal, icon kota Rotterdam, Erasmusburg. Dua jembatan besar ini menghubungkan Rotterdam Selatan dan Utara yang dibelah oleh sungai Nieuwe Mass. Trus, apa lagi yang bisa dilihat dari Rotterdam? Well, anda suka belanja? Di kota ini terdapat sebuah jalan bernama Lijnbaan yang merupakan pedestrian shopping walk terpanjang pertama di dunia! (They claimed it). Juga ada Primark Dept. Store, surganya belanja murah meriah di Rotterdam Alexandrium. Mau wisata hutan dan danau? Bisa ke Kralingen, salah satu area high class tempat tinggal 'horang kayah' dimana terdapat danau Kralingse Plaas lengkap dengan hutannya. Mau lihat kincir angin alias Mollen? Tinggal naik kapal ke Kinderdijk, desa kincir angin yang ditetapkan sebagai UNESCO Herritage, dengan jarak 1 jam perjalanan menggunakan kapal.

The Cube House

Kinderdijk

Delft
Kota kecil cantik, yang merupakan tetangga Rotterdam dengan jarak 11 menit berkereta. Kota ini masuk kedalam kategori favorit saya, karena suasananya yang tenang dan nyaman untuk duduk-duduk nyore sambil ngopi di pinggir kanal. Wajah kota ini tua dan klasik, dengan sebuah gereja tua bermenara sedikit miring di tepi kanal, juga lapangan berlantai cobblestones di depan gereja Nieuwe Kerk yang bermenara tinggi dengan jejeran cafe-cafe outdoor dan toko souvenir di sekitarnya, kanal-kanal kecil nan cantik dengan pagar besi putih yang selalu disenderi sepeda-sepeda, serta angsa dan bebek yang dengan damai bercengkrama di air. Well, kota kecil ini membuat saya jatuh cinta saat pertama kali mengunjunginya di minggu pertama saya tinggal di Belanda. Di kota ini pula terdapat sebuah cafe bernama Kobus Kuch yang terkenal dengan Apple Pie nya, di klaim sebagai 'The Finest Apple Pie in The World'. Potongannya yang besar disajikan hangat dengan whipcream dingin di atasnya. Menulis ini membuat saya membayangkan betapa crunchy nya apple pie tersebut lumer di mulut! Hyaaaa..... *ngiler*
Selain Apple Pie, coba juga es krim Otelli, yang terletak di sisi kiri lapangan Marktplein (depan Nieuwe Kerk). Kedai es krim atau gelato ini merupakan salah satu yang terbaik di Belanda (menurut survey lidah saya ya). Harganya pun tidak mahal, hanya €1.25 per scoop, dengan berbagai pilihan rasa. Cocok buat nyore-nyore sambil melihat burung-burung merpati liar yang asyik mematuk-matuk pelataran Marktplein.
Mau melihat pemandangan kota Delft dari ketinggian? Bisa naik ke menara gereja Nieuwe Kerk setinggi 108m, dengan tiket masuk menara seharga €3.50 untuk dewasa.

Menara Nieuwe Kerk dan Otelli ice cream :) yummyyy...
 

Den Haag
Kota pemerintahan Belanda, yang dulunya saat saya masih SD sering sekali saya baca di buku pelajaran sejarah. Namun tak menyangka akhirnya beberapa belas tahun kemudian saya benar-benar berada di kota ini, bahkan setiap minggunya! Wajah kota Den Haag atau The Hague ini merupakan perpaduan klasik dan modern, yang terlihat dari tak hanya rumah-rumah kuno melainkan juga gedung-gedung tinggi perkantoran di seputaran pusat kota. Di kota inilah pusat pemerintahan kerajaan Belanda berada. Kantor-kantor kementrian, duta-duta besar, kantor pemerintahan, semua berlokasi di kota Den Haag. Tepat di sebelah stasiun Den Haag Centraal, berdiri dua buah gedung kembar berwarna merah dan putih yang merupakan kantor kementrian, salah satunya adalah kantor Het Nederlandse Ministerie van Binnenlandse Zaken en Koninkrijksrelaties (Kementrian Dalam Negeri dan Perhubungan Kerajaan). Hehe... hafal banget sama tempat ini karena sesuatu! eh, seseorang. eh? koq jadi curcol! :p
Jika keluar stasiun ambil exit yang di sebelah kiri, kemudian jalan lurus, akan bertemu dengan bangunan putih modern dengan banyak jendela kaca, itulah Stadhuis atau kantor walikota, lengkap dengan Bibliotheek (perpustakaan). Tak jauh dari seberang jalan, ada sebuah gereja yang tidak begitu besar namun lumayan klasik namanya Nieuwe Kerk, tempat saya biasa beribadah setiap minggunya. Kemudian, jalan ke kanan akan terlihat Pathe, bioskop nya Belanda, dengan sebuah jalan kecil di sebelahnya, yang merupakan jalanan menuju ke China Town Den Haag. Ditandai dengan deretan lampion merah yang menggantung sepanjang jalan, kawasan China Town ini dipadati dengan berbagai toko, salon, dan resto China di kedua sisinya, lengkap dengan dua buah gapura naga khas Tionghoa berwarna merah. Di kawasan China Town inilah saya biasa belanja bahan-bahan makanan Asia bahkan Indonesia. Mulai dari tahu tempe, sambal, indomie, dll pun ada. Harga juga lebih murah jika belanja di salah satu toko yang bernama Toko Wah Nam Hong. Selain itu juga ada resto-resto China, mulai dari yang harganya ramah di kantong pelajar, hingga yang bersuasana luxury. Saya pernah mencoba makan di beberapa resto di kawasan itu. Mulai dari yang super low budget 'American Food' stall (tempat saya biasa beli nasi kuning + ayam seharga EUR3 per porsi, atau Pizza EUR1/potong), low budget 'Ming Kee' (seporsi nasi + lauk pauk cuma EUR5), yang medium budget 'Fat Kee' (sekitar EUR5-7/orang), hingga yang luxy 'Kee Lun'. Kalo yang terakhir itu sih jujur aja saya gak bayar alias di traktir temen pas ultah, hehehe :D
Lanjuuut... Kalau dari Bibliotheek jalan lurus ke kanan, setelah melewati Burger King nanti akan ketemu bangunan besar yang terkenal, namanya Het Binnenhof. Bangunan mirip kastil tua cantik ini merupakan kantor pemerintahan parlemen sejak tahun 1446. Di pelataran Binnenhof, ada stand penjual seafood dengan menu andalannya ikan fresh Haring. Disinilah pertama kalinya saya mencoba makanan khas Belanda tersebut. Ikan Haring mentah yang telah diasinkan, dan dimakan bersama potongan bawang bombay itu terasa nikmat dan juicy saat dikunyah. Awal mencoba, rasanya aneh karena tersugesti oleh pikiran sendiri yang mengatakan bahwa ini ikan mentah! Namun 2-3 kali berikutnya, Haring mentah pun terasa nikmat dan menjadi makanan favorit saya, apalagi saat summer tiba, hmmmm.... juicy fresh Haring is always tempting! :) 

Het Binnenhof

Disebelah Binnenhof ada danau cantik tempat bebek dan angsa biasa bercengkrama. Sepanjang sisi danau terdapat bangku-bangku dibawah naungan pepohonan. Tak jauh di sebelah kanan  danau, ada kanopi pepohonan yang memanjang, dengan jejeran lampu-lampu cantik dan bangku taman yang nyaman untuk duduk-duduk menikmati sore. Tempat ini bernama Lange Voorhout, tempat favorit saya menghabiskan waktu membaca buku sore-sore. Di Lange Voorhout ini juga biasanya pawai atau arak-arakan kereta kencana kerajaan dilaksanakan. Jika musim gugur tiba, tempat ini semakin cantik dengan kuningnya daun-daun yang berguguran.

Lange Voorhout

Dari Binnenhof bisa jalan kaki ke arah selatan menuju Paleis Noordeinde, yang merupakan kantor Sang Ratu (sekarang Raja). Di Paleis Noordeinde inilah kuda-kuda dan kereta kencana kerajaan disimpan. Ada taman di bagian belakang Paleis yang terbuka untuk umum dan sangat cantik saat musim semi tiba. Melewati Paleis Noordeinde, kalau jalan terus ke selatan akan sampai di Vredespaleis atau Peace Palace. Bangunan tua cantik dengan taman asri yang besar ini tak lain adalah kantor International Court of Justice. Masuk Vredespaleis harus ditemani oleh guide yang telah dibooking dulu beberapa hari sebelumnya. Saya sih nggak pernah masuk, hanya foto-foto dari luar saja. Hehe...
Apa lagi yang menarik dari Den Haag? Ada Madurodam tentunya! Miniatur park yang berisi bangunan-bangunan kecil yang mewakili seluruh kota di Belanda ini cocok dijadikan tujuan wisata keluarga dan anak-anak. Naik tram no.9 jurusan Scheveningen dari Stasiun Den Haag Centraal, turun di Madurodam. Kalau mau terus, bisa sampai di pantai Scheveningen, turun di Kurhaus. Di Scheveningen bisa nongkrong di cafe-cafe sepanjang garis pantai. Tak ada yang menarik di pantai kelabu ini kecuali saat summer, isinya manusia berjejer ala ikan asin, mandi sinar matahari yang tergolong langka bersinar di negara mendung tersebut! Hehe...


Amsterdam
Ibu kota negara Belanda, tujuan utama pertama bagi wisatawan, kota dengan tingkat pencurian sepeda terparah di Belanda, kota seribu kanal, kota yang selalu sibuk dengan hilir mudik manusia penggeret koper maupun penggendong ransel, kota tempat segala aktifitas melenceng dilegalkan. Ya, itulah deskripsi saya mengenai Amsterdam, yang jujur bukan merupakan kota favorit saya. Satu kata saja: Semrawut! Entah kenapa seluruh wisatawan dari segala penjuru dunia selalu menjadikan Amsterdam sebagai kota pertama tujuan wisata di Belanda. Memang sih kota ini cantik, klasik, dan tua. Namun hiruk pikuknya denyut pariwisata disini membuat saya sedikit jengah tiap kali berada disana. Belum lagi ditambah semerbak bau ganja dimana-mana. Aih.... kalo nggak penting-penting amat saya malas main di Amsterdam. Well, namun saya tetap akan menjabarkan apa saja yang bisa dilihat dari kota tua berkanal ini.

Amsterdam Canal
First, Stasiun Amsterdam Centraal. Merupakan salah satu stasiun kereta tua nan cantik di Belanda. Letaknya di tepi perairan yang memisahkan AMS selatan dan utara. Kalau mau explore bagian utara, bisa naik boat untuk menyeberang, dan gratis. Boat berwarna putih biru ini beroperasi setiap saat dengan jeda waktu per 15 menit. Di bagian utara, ada museum film terkenal, yaitu The Eye. Bagi penggemar cinematografi dan perfilman, boleh dicoba mengunjungi museum ini.
Di bagian Selatan, lebih banyak yang bisa dilihat. Museum-museum, kanal, dan kota tua menjadi incaran para wisatawan, termasuk the famous Red Light District. Dari stasiun, jalan menyusuri boulevard utama bernama Damrak, sampai di lapangan Dam Square. Lapangan ini dikelilingi oleh Museum Madame Tussaud, Royal Palace, Nieuwe Kerk, dan Centrum. Sekitaran Old Town area ini bisa ditelusuri dengan berjalan kaki, melintasi bangunan-banguanan tua, kanal-kanal cantik, deretan sepeda yang terparkir asal-asalan, juga cafe-cafe tepi kanal yang cozy buat ngopi.
Kalau dari Damrak belok ke kiri, bisa tembus ke kawasan Red Light District. Pusatnya kegiatan prostitusi legal di Amsterdam, dimana terdapat banyak jendela kaca berlampu merah dengan isi gadis-gadis penjaja sex yang terpajang manis didalamnya. Jangan harap bisa foto-foto di area ini, karena area RLD ini terlarang untuk difoto. Kalau mau ngumpet-ngumpet sih bisa aja, tapi kalau ketahuan bisa berabe digiring polisi nanti. hehe....
Di kota ini, sering diadakan event-event nyeleneh seperti Gay Parade dan semacamnya. Seperti kita ketahui, Belanda merupakan negara yang membebaskan dan melegalkan homoseksual, prostitusi, dan juga marijuana. Jadi jangan heran jika menginjakkan kaki di Amsterdam, anda akan disambut dengan aroma ganja ataupun pemandangan adegan homoseksual bercengkrama di tepi jalan. Pertama kali melihat yang beginian, saya pun mangap plus muka mengernyit. Tapi lama kelamaan menjadi hal yang biasa melihat pria dengan pria bermesraan didepan umum. haha...
Overall, Amsterdam cantik dan menarik, hanya saja terlalu ramai dan semrawut oleh seliweran wisatawan. :)


Dam Square Amsterdam

Leiden
Kota yang sering disebut sebagai kota pelajar ini memang tidak terlalu ngetop seperti Amsterdam. Namun, saat musim semi tiba, auranya mengalahkan kota-kota lainnya di Belanda. Kenapa? Karena di Leiden lah terdapat berhektar-hektar kebun bunga yang bermekaran dengan cantiknya di musim semi. Tahu donk ya kalau Belanda terkenal dengan bunga tulip nya? Nah... di kota Leiden ini, tepatnya di daerah Lisse (antara Leiden dan Harlem) kita bisa menemukan hamparan kebun bunga warna warni yang menggemaskan untuk difoto. Tak hanya Tulip yang merajai kebun bunga, namun juga Amarilis, Daffodil, hingga Hyacinth juga tak kalah menawan mewarnai seluruh penjuru Leiden dan Lisse. Di Lisse pula terdapat sebuah spot wisata bunga yang terkenal di seantero bumi yaitu Keukenhof. Taman wisata bunga ini selalu dipadati ribuan pengunjung di musim semi nya. Dengan tiket masuk seharga EUR15, kita bisa masuk ke taman yang berisi berbagai macam jenis bunga. Namun tak hanya Keukenhof yang menyimpan pesona keindahan taman bunga, saya pribadi lebih memilih menyewa sepeda dan menyusuri pedesaaan sepanjang jalan dari Leiden ke Lisse. Jarak 16km antara Leiden-Lisse tidaklah menjadi soal jika sepanjang perjalanan mata kita akan dimanjakan oleh hamparan kebun bunga tak berujung! 

Hamparan Tulip di Leiden

Zaandam
Kota tradisional kecil ini terkenal dengan rumah-rumah hijau tua nya, juga tempat wisata kincir angin Zaanse Schans.Terletak di sebelah utara kota amsterdam, bisa dicapai dengan kereta maupun bus. Di dekat stasiun Zaandam, terdapat sebuah hotel unik bernama Inntel Hotel. Mengapa unik? Karena bentuk arsitekturnya yang tidak biasa, yang terlihat seperti tumpukan beberapa rumah hijau Zaandam yang digabung menjadi satu. Tak jauh dari hotel ini, terdapat sebuah pusat perbelanjaan yang lumayan happening. Salah satunya ada Primark, departement store ternama yang famous dengan harga murahnya. Dari Zaandam bisa naik bus atau kereta ke Zaanse Schans. Pada musim panas, area Zaanse Schans ini ramai dikunjungi wisatawan yang penasaran dengan penampakan kincir-kincir angin (molen) khas Belanda. Jejeran molen terlihat anggun berbaris di sepanjang tepi sungai, plus deretan rumah-rumah tradisional Belanda yang berwarna hijau tua terlihat manis menyembul di sela-selanya. Letaknya yang tak jauh dari Amsterdam membuat Zaanse Schans menjadi tujuan wisata wajib bagi para wisatawan.

Zaanse Schans

Inntel Hotel Zaandam

Volendam
Merupakan kota nelayan kecil terletak di utara Amsterdam, yang bisa dicapai dengan bus selama kurang lebih satu jam perjalanan. Di Volendam ini, para wisatawan pasti akan berfoto di studio foto dengan mengenakan pakaian tradisional Belanda lengkap dengan klompen kayu dan Tulip. Well, seems like mostly tourist came here for that kind of photo shoot! Haha... Selain terkenal dengan foto baju tradisionalnya, Volendam juga terkenal cantik saat winter tiba. Dimana saat salju turun dengan lebat dan menutupi pelabuhan serta laut dan kapal-kapalnya, maka akan terlihat sangat cantik bak hamparan salju di negeri dongeng.

Giethoorn
Sebuah desa kecil berkanal-kanal yang dijuluki sebagai "Venice nya Belanda". Deretan rumah-rumah khas Belanda berjejer rapi dengan diapit oleh puluhan kanal-kanal kecil yang berkelok-kelok di semua penjuru. Lengkapnya ada di postingan yang ini :)

Salah satu sudut Giethoorn


Nijmegen
Nijmegen adalah salah satu kota di bagian timur negara Belanda, yang merupakan kota tertua di negara tersebut. Pada tahun 2005, kota ini merayakan ulang tahun yang ke 2000! Kota tua ini banyak berisi bangunan-bangunan tua peninggalan abad pertengahan seperti, reruntuhan Valkhof Castle berikut bentengnya. Tak hanya melulu berisi bangunan tua, kota ini juga memiliki area downtown/pusat kota yang cukup modern. Sehingga perpaduan harmoni arsitektur antara Old and New membuat kota ini bisa menjadi salah satu alternatif saat anda bosan dengan hiruk-pikuk turisme kota Amsterdam. Kota kecil yang jauh dari keramaian turis ini bisa masuk dalam list kunjungan anda ke Belanda. :)

Kota Tua Nijmegen


Noord Brabant & Zuid Limburg
Dua provinsi bagian bawah (Selatan) Belanda ini berbatasan dengan negara tetangga Belgia dan juga Jerman. Di Noord Brabant, ada kota Breda, Eindhoven, & Roosendal (perbatasan Belgia) yang bisa dijadikan alternatif untuk menghabiskan weekend dengan trekking ke hutan maupun camping. Kawasan ini masih memiliki banyak hutan hijau dan danau alami ditengah hutan. Atau kalau mau melihat pemandangan padang rumput berbukit yang hijau royo-royo, bisa mengeksplore kawasan Zuid Limburg (South Limburg) yang mencakup wilayah Maastricht, Valkenburg, hingga Vaals yang berbatasan dengan Jerman dan Belgia. Jangan heran jika anda melihat perbedaan karakteristik kota di bagian Zuid Limburg ini dengan kota-kota lain di Belanda. Karena berdiri di perbatasan tiga negara, maka daerah Zuid Limburg ini berisi perpaduan budaya tiga negara. Cukup unik dan wajib dicoba, mulai dari dialek bahasanya, kulinernya, hingga arsitektur kotanya. Maastricht, kota unik dengan dialek unik dan terkenal dengan Christmas market dan Carnival di setiap tahunnya ini sekarang mulai dilirik para wisatawan yang ingin menemukan sensasi berbeda di Belanda. 

Reruntuhan kastil Valkenburg

Valkenburg, kota tua tempat berdirinya benteng dan kastil abad pertengahan, juga lorong-lorong bawah tanahnya yang menantang untuk ditelusuri. Vaals, kota berbukit hijau yang menawarkan pemandangan alam yang tiada duanya ini terkenal dengan Drielandenpunt, yang merupakan titik batas tiga negara. Baca selengkapnya disini dan disini. :)

Hamparan perbukitan nan hijau di Zuid Limburg

Trekking & main di peternakan bisa dilakukan di Zuid Limburg

Roermond
Kota kecil di perbatasan jerman ini cukup cantik untuk weekend gateaway. Kontur jalanan yang fully cobbled stone membuat penampakan kota tua ini terlihat makin klasik. Bicara tentang Roermond pasti yang ter pop-up di kepala adalah Designer Outlet Roermond! Surganya belanja barang-barang branded dengan harga yang tidak menguras kantong. Mulai dari yang luxury semacam Burberry, Dolce Gabbana, atau Aigner. Hingga yang casual dan sporty macam Tommy Hilfiger, Nike, atau Benetton. Semua harga di outlet ini dipastikan lebih murah dari outlet resmi di kawasan pertokoan. Terlebih saat Summer Sale dan Winter Sale, jangan ditanya bagaimana suasananya. Rame banget!!! Wisatawan dan penduduk lokal berbondong-bondong belanja di Roermond yang heboh menggelar diskon up to 70% all brands! So? Mau belanja tanpa menguras kantong? Roermond bisa jadi pilihan. ;)

Surga belanja: Roermond!!


Masih banyak lagi tempat-tempat unik di Belanda yang patut untuk dicoba dan dijelajahi. Menelusuri Belanda dari ujung ke ujung sangatlah menyenangkan. Beberapa tempat yang saya tulis diatas merupakan tempat-tempat yang sering saya kunjungi dan termasuk favorit saya. Untuk metode transportasi menuju tempat-tempat tersebut, bisa di cek di situs resmi kereta atau juga di trip planner.
Jangan lupa juga lihat perkiraan cuaca, karena cuaca di Belanda sering tidak menentu dan lebih sering hujannya ketimbang terangnya. Hehe...
Semoga tulisan ini bisa membantu bagi siapa saja yang berencana mengeksplorasi Belanda.

Comments

  1. Aaaaa *histeris* Semoga bisa mendatangi tempat-tempat itu haha amiin :)

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. semoga suatu hari nanti bisa berkunjung ke kota-kota yang Mbak ceritakan. Aamiin..

    ReplyDelete
  4. sangat menarik. thanks for sharing.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih sudah membaca :)
      amiiinnn... Belanda menunggu kunjungan anda ;)

      Delete
  5. This is so interesting, sounds like your living the dream
    http://josephinejanethoughts.blogspot.co.uk/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you :)
      Yes I did, I lived my drems ^_^

      Delete
  6. lagi lagi ga sengaja nemuin postingan tentang belanda ini, meaningfull banget nih buat aku, btw boleh tahu kah gimana caranya bisa survive hidup disana selama 1 tahun?

    ReplyDelete
    Replies
    1. thx dh mampir :)
      banyak cara bsa stay di Belanda
      salah satunya ikut ajang pertukaran budaya, pertukaran pelajar, atau beasiswa.
      bisa cari infonya di Nuffic-Neso Indonesia, kantornya ada di kuningan.
      bisa googling utk lbh tau detail dr Nuffic Neso Organisation ini ;)

      Delete
  7. Haaii....seneng liat postingan nya usefull bgt buat aku. Rencana sih mau ke belanda september besok jenguk suami...tp di vlessingen...jauh gak yah ke amsterdam ama volendam?tl yg plg pengen sih ke keukenhoff...(tp tulip ud abis yah )....btw ntar boleh ya kontak2 km..coz aq bakal sering sendiri klo suami kerja takut kesasar hihihi.....suka bgt ama postinganmu...makasiih

    ReplyDelete
  8. bikin ngiri nih mbak... hehe
    hopefully on May 29 can be there..
    need your advice...

    ReplyDelete
  9. Keren kakk..dsana jd au pair kak? Pakai agen ga kak?

    ReplyDelete
  10. Sy dulu tinggal di Enschede 1 tahun.

    ReplyDelete
  11. Sy dulu tinggal di Enschede 1 tahun.

    ReplyDelete
  12. Terima kasih atas informasinya. Semoga sukses selalu.
    http://grosirsponmandi.klikspo.com/

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Inspirational Travel Quotes

Shop Hop in Netherlands!

Explore Australia for a year? Why not! :)