Techno-Farmland in Netherlands

Musim panas 2013.
Awalnya saya berniat untuk bekerja part time selama liburan musim panas bulan Agustus ini. Ingin sekali rasanya merasakan pengalaman bekerja di sebuah lahan pertanian ataupun peternakan. Bekerja di tengah ladang, bersama sapi dan kuda terlihat sangat mengasyikkan. Dan, dimulailah petualangan saya bersepeda keluar masuk pedesaan di daerah pinggiran kota Rotterdam, demi mencari sebuah kesempatan bekerja di lahan pertanian.

Namun ternyata mencari pekerjaan di perkebunan maupun peternakan disini lumayan susah (sangat susah malah). Kenapa? Karena disini tenaga kerja manusia sudah banyak digantikan oleh mesin! Selama beberapa hari berkelana diseputaran Rotterdam hingga perbatasan Schiedam bahkan sampai Nieuwekerk a/d Ijssel, keluar masuk lahan pertanian, namun hasilnya nihil... Tak satupun pekerjaan part time bisa saya dapat. Alasannya simpel, para pemilik lahan bilang "Kami berkebun menggunakan mesin, jadi sudah tidak mempekerjakan tenaga manusia lagi. Dan hanya kami sekeluarga lah yang mengurus perkebunan ini sendiri."

Tidak hanya itu, Bapak petani yang ramah ini pun mengantarkan saya melihat-lihat areal perkebunannya (kebun didalam rumah kaca), dan menunjukkan bagaimana mesin pemangkas bekerja, juga mesin pemetik buah. Saya cuma melongo, melihat buah-buah Paprika kuning yang berjatuhan ke wadah dan otomatis langsung masuk ke mesin packaging. Proses sortir buah pun hanya dilakukan oleh satu orang (anak pemilik perkebunan) yang dengan tangkas memilah-milah paprika yang layak packing atau yang tidak. Buah-buah paprika yang tidak lulus sortir, langsung dipindahkan ke jalur 'prulen bak' alias Tong Sampah. Untuk kemudian diberikan ke kandang domba di sebelah pertanian, yang notabene juga masih milik yang punya perkebunan ini. Setelah packing di box-box besar, kemudian paprika langsung dimasukkan ke mobil box untuk diantar ke toko-toko. Proses memasukkan box-box ini kedalam mobil pun hanya memerlukan tenaga 1 orang saja, yang bertugas menjalankan remote control sebuah mesin pengangkut dan robot penyusun box! Wooowww.... super canggih sekali sistemnya!

Tanaman tomat dalam rumah kaca

Salah satu penampakan mesin di perkebunan Paprika

Sama halnya dengan di peternakan. Saya iseng beli gelato di sebuah peternakan sapi (produsen susu sapi segar) dan bertanya, kenapa peternakannya sepi sekali, memangnya tidak ada pekerja? Ibu pemilik peternakan tertawa dan menjelaskan, "Disini, semuanya dikerjakan oleh mesin. Membersihkan kandang, memerah susu, memberi makan sapi, semuanya pakai mesin." Hah??? tadinya saya sempat sangsi, masa iya kandang bisa bersih tanpa disapu/pel oleh manusia. Tapi keheranan saya terjawab saat saya diantar masuk ke kandang sapi, yang meskipun sedikit bau tapi bersihnya juara!! Dan disitu saya melihat sendiri, mesin (seperti robot, bentuknya mirip mesin diesel genset) yang mondar-mandir membersihkan lantai kandang dari kotoran sapi. Mesin ini otomatis mem-vacuum dan mengepel lantai. Woooww.... 
Belum selesai saya ternganga, saya diajak melihat ke mesin pemerah susu. Didepan mesin itu, sapi-sapi sudah berdiri mengantre menunggu giliran masuk ke mesin. Begitu si sapi masuk ke mesin dan berdiri di posisi yang sudah diajarkan sang peternak kepada si sapi, sebuah alat muncul dengan sensor-sensor berwarna merah jelalatan mencari kantung-kantung susu yang sudah penuh dari tubuh si sapi. Wow! Ini mesin (robot) canggih juga, sampai tahu dimana posisi puting untuk diperah. Dan sebelum diperah, ada mesin pencuci otomatis yang bekerja menyemprotkan air hangat yang sudah dicampur cairan desinfektan, untuk mensterilisasikan puting susu yang akan diperah. Kemudian, masih dengan tangan-tangan robot yang bersensor infra merah tersebut, proses pemerahan pun dilakukan. satu persatu puting sapi diperah, dan terlihat aliran susu putih masuk kedalam tangki penampungan.

Saya hanya bisa terbengong-bengong menyaksikan kecanggihan sistem peternakan dan perkebunan di Belanda ini. Well, niat hati awalnya ingin merasakan bekerja di perkebunan, sekarang saya malah asyik berwisata keluar masuk perkebunan dan peternakan untuk melihat canggihnya proses produksi disana. Hehe... Sayangnya saya nggak bisa ambil foto banyak-banyak, karena nggak enak sama yang punya lahan perkebunan. Sudah diijinkan melihat-lihat kedalam saja sudah seneng banget, karena tidak semua petani dan peternak mengijinkan orang lain masuk ke area.
Memang di negara-negara maju seperti Belanda ini, Sumber Daya Manusia sudah tidak lagi banyak dipakai. Kecanggihan teknologi lah yang menggantikannya. Mesin dan robot menjadi pengganti tangan-tangan manusia. Efisien sih, tapi ini pula lah yang menyebabkan banyaknya pengangguran di Eropa.

Well, jadi? Sisa liburan saya sepertinya akan saya habiskan dengan leyeh-leyeh sambil berjemur saja sepertinya. Menikmati minggu-minggu terakhir di Belanda sebelum nantinya saya hijrah ke negara selanjutnya.

Mesin pemerah susu, tampak sapi-sapi sedang berbaris menunggu giliran

Comments

Popular posts from this blog

Inspirational Travel Quotes

Shop Hop in Netherlands!

Explore Australia for a year? Why not! :)