A Lil' Step to... Czech Republic (Part 3)

Hari itu, aku sengaja bangun siang karena planning hari itu memang cuma leyeh-leyeh menikmati sisa libur. Asri dan Grace sudah kembali ke Belanda pagi itu, sedangkan aku dan Michelle akan pulang besok siang. Tapi kelamaan tidur-tiduran di hostel juga bikin pegel dan wasting time. Akhirnya jam11 aku memutuskan untuk keluar dan berjalan tanpa tahu tujuan pastinya kemana. Mampir disebuah toko Asia di pojokan jalan Vitezna, kami membeli beberapa Croissant dan sebungkus besar Lay's rasa Grilled Bacon, yang setelah dijajal busyet... rasanya bener-bener bebong banget! Haha... Lumayan lah buat menu sarapan. Maklum di hostel Mosaic tidak ada dapur, sehingga kami nggak bisa masak Indomie.
menu sarapan traveler budget pas-pasan :D

Menikmati sarapan ala kadarnya, kami duduk di sebuah bangku taman didekat Funicular station sambil memperhatikan tram-tram tua yang melintas, dan rombongan turis-turis yang lalu-lalang. Lagi-lagi terlihat seliweran turis Asia bermata sipit. Sepertinya ras kulit kuning bermata sipit memang tersebar di seluruh penjuru dunia ya. Kemanapun pergi pasti berjumpa dengan orang Asia. Kalau kata Michelle sih "orang Asia itu kaya-kaya, pada punya toko semua, makanya bisa traveling kemana-mana!" haha...
Lagi enak-enaknya ngunyah Lay's bebong, eeeh tau-tau didatangi beberapa pria homeless yang cengar-cengir minta duit. Kami dengan sopan menolak halus dengan dalih nggak bisa ngomong pake bahasa Inggris dan nggak ngerti apa maksud mereka (bohong banget padahal). Tapi memang itulah cara teraman untuk menghalau mereka. Bukan dengan pasang muka jutek atau lari tunggang-langgang. Bisa-bisa malah dikejar sama gerombolan homeless tersebut.
Praha memang cantik, namun sedikit menjadi kurang nyaman karena banyaknya jumlah homeless dan pengemis di pinggir jalan, terutama di sepanjang Charles Bridge. Hmmm... semoga kedepannya pemerintah Ceko bisa menanggulangi masalah ini sehingga para wisatawan yang berkunjung tidak merasa risih saat mengeksplore kota Praha.
salah satu patung di Petrin Hill
Disamperin homeless, bikin selera makan hilang. Haha... yasudah lanjut jalan saja menyusuri jalan Ujezd dan Karmelitska ke arah Malá Strana. Tadinya nggak ada rencana mau mendaki Lesser Town ini menuju Petrin Hill, tapi rasa penasaran menggelitik naluri penjelajah dalam diriku. Alhasil pelan-pelan kami menyusuri jalanan menanjak di kawasan Lesser Town - Malá Strana yang di kanan kiri nya banyak terdapat kantor Embassy. Tebak, Embassy apa yang terlihat mencolok disana? Sebuah kantor Embassy paling besar dan berdiri angkuh di tepi jalan itu tak lain dan tak bukan adalah Embassy nya Jerman! Dziiiggg.... lagi-lagi bayangan Hitler melintas di kepala saat aku mengamati bangunan tinggi besar itu! Haha... :D

Jalanan terus menanjak, berganti dari cobbled stone pavement ke jalan setapak aspal kasar dengan rerumputan hijau segar di kanan kirinya. Hmmm... sudah sampai di punggung bukit Petrin Hill rupanya. Menoleh ke belakang, terlihat jalan sempit nan curam dengan jejeran rumah berwarna pastel mengapit rapi di kanan kirinya. Sangat cantik! Wow, tak sabar rasanya untuk segera sampai di atas bukit. Puncak Petrin Tower yang menyerupai mini Eiffel itu pun sudah terlihat menyembul dari balik pepohonan hutan gundul. Dengan bersemangat kami kembali mendaki melewati hutan dengan vegetasi pepohonan empat musim yang telah gundul dan tumpukan dedaunan berwarna coklat di bawahnya, serta lumut-lumut hijau yang menyelimuti akar-akarnya. View yang sungguh cantik, bagi aku orang tropis yang hanya pernah melihat hutan pohon jati di pulau Jawa! Dan pendakian kami pun tidak sia-sia. Sampai di atas, tepat di area terbuka di depan Strahov Monastery, disuguhkan lukisan alam yang sangat cantik! Seluruh kota Praha berikut sungai dan jembatan-jembatan nya terpampang bak lukisan di depan mata. Tak lupa juga Prague Castle yang berdiri anggun di atas ketinggian ikut mempercantik pemandangan itu. Rasanya kata-kata saja sulit untuk mendeskripsikan keindahannya. Sembari ternganga takjub, aku bergumam... "I'm falling in love with this city for sure!". Bahkan Paris pun masih kalah cantik dibandingkan dengan view yang tersaji di depan mata ini. Speechless deh!




Rupanya perjalanan belum selesai. Untuk mencapai Petrin Tower masih harus naik lebih tinggi lagi, bisa melalui rute landai Jalan Salib yang sering digunakan para jemaat gereja, atau melalui rute shortcut curam namun lebih singkat. Karena malas buang-buang waktu, akhirnya kami pilih shortcut dengan tanjakan curam itu. Dan taraaa.... sampailah kami di puncak bukit Petrin, di ketinggian 327m. Dari atas bukit ini, jika kita mau melihat keseluruhan pemandangan kota Praha 380' tanpa terhalang ranting-ranting pepohonan gundul, bisa memanfaatkan fasilitas Petrin Tower dengan tiket masuknya Kč105 atau sekitar €4. Dari menara setinggi 63,5m dengan 299 anak tangga ini, pengunjung bisa dengan leluasa menyaksikan pemandangan cantik Praha. Tapi ya berhubung aku ini backpacker dengan budget terbatas, sayang rasanya uang Kč105 dihabiskan hanya untuk naik ke menara. Toh aku masih bisa menyaksikan Praha dari atas sini, meski terhalang rimbunnya ranting pepohonan. Ya nggak apa-apa lah, mending duitnya buat beli makan siang nanti. Hehe...
Puas jalan-jalan di taman sekitar Petrin Tower, kami pun turun melalui jalur landai yang panjang berkelok-kelok menuju ke arah Lesser Town tapi dari sisi yang berbeda. Jalanan yang menurun membuat langkah kaki ini lebih cepat dibanding saat berangkat tadi. Yaiyalah ya... Sampai di Lesser Town, aku teringat untuk membeli kartu pos dan mengirimkannya ke beberapa sahabat di Indonesia. Namun, cuaca sedang tidak ramah sore itu. Hujan pun turun saat aku sedang sibuk menulis kartu pos didepan sebuah mailbox. Yaaahhh.... semoga si kartu pos yang sedikit lepek basah itu nanti sampai dengan selamat ke Jakarta, Bekasi, Manado, dan Jambi. Hehe...
Kehujanan, kedinginan, lapar, plus persediaan uang sudah mulai menipis. Menyusuri jejeran cafe di sepanjang Malá Strana, berniat untuk ngopi demi menghangatkan diri, tapi koq ya semua harganya nggak bersahabat sama kantong backpacker kere macam kami ini. Segelas kopi dibanderol Kč100-150, belum lagi cemilan sebangsa cake maupun pastry nya. Walaaaah.... sisa uang Kč300 ini masa mau dihabiskan untuk sekedar ngopi sih? Nggak rela rasanya. Masih dengan kedinginan bersedekap, aku dan Michelle mencari-cari plang hijau dengan tulisan M emas. Karena kalau nggak salah ingat kemarin aku lihat ada Mc.D disini. Dan benar saja, beberapa meter didepan kami terlihat plang si M emas berlatar hijau itu! (di Eropa, warna Mc.D bukan merah melainkan hijau). Dengan persepsi, dimanapun juga harga segelas kopi di Mc.D maupun Mc.Cafe pasti lebih manusiawi ketimbang di cafe-cafe pinggir jalan lainnya tho? Ramainya suasana didalam resto cepat saji itu menunjukkan kebenarannya. Kami memesan segelas Ledová čokoláda (hot chocolate with cream), segelas Coffee Americano tanpa gula (favoritnya Michelle), dan sepotong Cheese Cake. Total semuanya hanya Kč155 alias hanya sekitar €6 saja, dan jangan salah... ukuran gelas kopi nya bukan yang small, melainkan yang segede bagong! Kami saja sampai bengong saat menerima orderan kami, benar-benar murah untuk segelas kopi seukuran besar begini. Di negara lain di Eropa biasanya segelas kecil kopi seharga €1,5 tapi disini hanya €2 segelas gede. Dijamin deh, backpacker kere sekalipun nggak akan kelaparan disini asal nemu Mc.D hahaha :D
Iseng-iseng mata jelalatan ke menu tempting Mc.D yang terpampang. Dan wow... ternyata ada menu paket yang sangat murah! Hanya seharga Kč199 alias €8 untuk 2 buah Burger, 2 buah French Fries, 6 Nuggets, dan 2 Soft Drinks. Beneran gila nggak tuh harga? Aku dan Michelle pun saling nyengir, jadilah kami memesan menu paket jumbo itu, untuk lunch dan dinner sekalian. Maklum dari pagi kami hanya makan Lay's sekantong dan beberapa croissant. Dan men-skip makan siang pula. Akhirnya kami melahap nugget dan fries malam itu sebagai menu makan malam terakhir kami di Praha. Masih ada sisa 2 burger, kami simpan untuk sarapan besok pagi. Hehe... Pokoknya kalau hari-hari terakhir backpackingan itu selalu terselamatkan oleh Mc.Donalds maupun Kolonel Sanders KFC deh... Mereka ini ngertiin banget kalau budget para traveler kere ini sudah mulai menipis.
Hujan reda, perut kenyang, kaki pun sudah mulai lelah hasil naik turun bukit. Sambil menghitung sisa recehan Krone di dompet, kami berjalan pulang ke hostel untuk packing dan beristirahat. Masih ada sisa uang yang cukup untuk jajan Sate Ayam Praha dan seporsi Goulash untuk lunch besok. Aaaahhh.... bahagia rasanya traveling di negara serba murah ini. Bahkan dengan budget pas-pasan pun kami tidak pernah kelaparan, malah selalu jajan nggak karuan. Alhasil timbangan sepulang dari liburan musim dingin ini pun naik 2kg! Hahaha :D
Akhir kata... Perjalanan ku selama 4 hari 3 malam di Praha itu hanya menghabiskan dana sekitar €220. Dengan penjabaran sbb:
# Tiket pesawat PP Köln-Prague & Prague-Rotterdam = €125
# Hostel 3 malam = €36
# Biaya makan, transport, jajan, souvenir, dll = +/- €60
Nantikan cerita perjalananku lainnya ya... :)
(hints: next post is about somewhere in Spain - Hungary - and Belgium)
Salam Backpacker!!

Comments

  1. Mcd dsn gantinya warteg yaaahhh.. Seruuuuu... D tunggu u next story

    ReplyDelete
  2. Thx all dh mampir di blog ;)
    Ikuti terus kisah perjalananku yaaaa :D

    ReplyDelete
  3. Fotonya makin representatif.. joss..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, trus skrg kamera gw rusak donk Ta :'(
      gara2 tripodnya ketiup angin jatoooohhhhh....
      huwaaaaaa :'(
      nangis darah gue gak punya kamera!!!
      Traveling tanpa kamera itu serasa mandi gak pake air -__-"
      doakan smoga gw bsa beli kamera baru sebelum gw ke Italy or Santorini :)

      Delete
  4. hyaa baru mau muji foto2nya apik apik mbak yuuu kok malah camerane rusak...semoga dapet rejeki buat beli camera lagi yaaa...amin.

    jo lali postcard buat aku kalo dah sampe santorini yooo...

    heheh....sukak gaya tulisanmu

    ReplyDelete
    Replies
    1. ihik ihik... makasih lho jeng doanyaaaa... amiinnn....
      smoga dpt ganti kamera yg lbh tahan banting. haha :p

      amin jg buat santorini nya.
      sedang berusaha nih mengejar Dewi Fortuna supaya dpt tiket ke Greece! :D wkwk...

      pantengin teruuusss blog sayah... untuk cerita2 berikutnya ;)

      *hugs from far away*

      Delete
  5. Suka banget liat daun2 kering berguguran ....

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Inspirational Travel Quotes

Shop Hop in Netherlands!

Explore Australia for a year? Why not! :)