A Lil' Step to... Czech Republic (Part 1)

Guncangan turbulence membangunkanku dari posisi tidur yang sangat tidak nyaman itu. Duduk di window seater pesawat German Wings, dengan kepala terkulai kesamping membuat leher terasa sakit seolah minta dipakaikan gips! Perlahan-lahan aku menggerakkan leher yang kram dengan tengok kanan dan kiri. Di sebelah kanan, teman-temanku terlihat masih asyik tertidur dengan posisi sama tak nyamannya seperti yang aku alami tadi. Saat aku menengok ke kiri, mata kantuk ku langsung terbuka lebar BYARRR...!!! Awan putih yang berserakan perlahan membuka sebuah ruang pandang yang berlatar belakang warna hijau berbukit-bukit. Cepat-cepat kuambil kameraku dan bersiap memotret apapun itu yang terlihat di bawah sana. Perlahan aku mulai melihat hamparan bukit-bukit nan hijau, dengan semburat warna orange dan pastel di beberapa sudut, yang tak lain berasal dari warna atap dan dinding rumah penduduk di pedesaan. Di beberapa bagian masih terlihat sedikit salju sisa kemarin, serta kabut tipis yang mengambang di hutan yang sudah mulai gundul daunnya. Pemandangann lahan pertanian di perbukitan dengan warna hijau segar itu benar-benar indah! Daerah pinggirannya saja sudah bagus seperti ini, bagaimana dengan pusat kotanya?! Senyum-senyum aku mengagumi keindahan sebuah negara di jantung benua Eropa ini dari ketinggian beberapa ratus meter diatas tanah, dan tak sabar rasanya ingin segera menginjakkan kaki di negara kelima ku, Czech Republic atau yang lebih gampang diingat dengan nama Republik Ceko!
Welcome to Prague! :)
Masih dalam sesi winter trip, kali ini aku mampir ke salah satu negara di Central Europe yang konon katanya sangat cantik dengan sisa-sisa peninggalan masa Bohemian nya. Ya, Czech Republic! Bekas negara jajahan Uni Soviet ini yang dulunya bernama Ceko-Slovakia, kini telah merdeka dan berdiri sendiri menjadi Republik Ceko. Konon dulunya di negara inilah pusat kejayaan masa Bohemia berada. Dapat dilihat dari sisa-sisa bangunan dan kastil yang kental bergaya gothic-bohemian, negara dengan ibu kota Prague/Praha ini membuatnya masuk dalam daftar 'wajib kunjung' ku.
Jadilah aku bablas mampir kesana setelah menghabiskan 3 hari di Jerman. Dengan perjalanan kurang lebih selama satu jam dengan pesawat, kini tibalah aku di sebuah kota cantik bernama Praha!
Keluar dari Václav Havel Airport Prague, aku langsung mencari counter penjual tiket untuk naik bus/tram/metro/train. Disini, satu tiket berlaku untuk keempat jenis transportasi darat tersebut, dengan sistem timer yang akan dihitung sejak saat kita memasukkan tiket ke mesin stamp. Aku membeli tiket single trip seharga Kč32 (€1 = CZK/Kč 25) yang berlaku selama 90 menit sejak tiket tersebut divalidasi. Dari airport aku naik bus menuju Dejvická untuk kemudian berganti metro menuju pusat kota Praha. Ada yang unik dari salah satu stasiun metro di Praha, yaitu stasiun Karlovo Náměstí. Dimana terdapat eskalator dengan panjang dan tinggi yang luar biasa, seolah eskalator itu membawa kita dari perut bumi menuju permukaan tanah. Benar-benar panjang dan curam! Sampai-sampai nggak terbayang deh kalau harus mendaki eskalator ini saat mati lampu atau rusak. Alamaaak... Like a stairway to heaven! Haha.... 
Kali ini aku menginap di St. Christopher Mosaic House, sebuah hostel dengan reputasi yang bagus di rating hostelworld.com yang terletak di dekat stasiun metro Karlovo Náměstí. Letaknya yang strategis di daerah Odborů, ditambah dengan fasilitas bar dan restaurant Belushi's, plus harga yang bersahabat di kantong backpacker, membuat hostel ini selalu ramai didatangi para traveler dari berbagai belahan bumi. Untuk Female Dormitory Room, saat itu aku mendapat harga Kč250/malam untuk 2 malam pertama, dan Kč400 untuk malam terakhir. Mengingat saat itu adalah peak season yang bertepatan dengan liburan Natal, maka tak heran harganya sedikit lebih mahal dibanding bulan-bulan lainnya. Saat check in, para tamu yang menginap diberi privilege discount voucher untuk makan dan minum di Restaurant dan Bar disitu. Lumayan dapat diskon 25% untuk makan, dan pay 1 for 2 untuk minuman. Jadilah kami berempat makan siang di Belushi's Bar dengan menu super kalap! Kenapa kalap? Ya karena porsi makanan disini sangat besar dengan harga yang relatif murah dan nggak bikin kantong kere. Rasa? Jangan ditanya... Kalau rasanya tidak nikmat, bagaimana mungkin kami berempat mampu menghabiskan 4 porsi besar Pork Ribs, Flying Pigs, dan Jumbo Burger! Hasilnya? Hanya tersisa tulang belulang di piring dan empat anak manusia yang duduk terkulai kekenyangan! Hahaha... Kesemua makanan itu ternyata hanya menguras sekitar €22 saja dari kantong kami, yang artinya tak sampai €6 per orang. Cukup murah bukan untuk kualitas makan di restaurant dengan porsi sekelas kuli? ;)

Before :)

And after :))
Prague at night

salah satu sudut kota Praha
Malam pertama di Praha, kami berempat menyusuri seisi kota yang saat itu meriah gemerlap dengan lampu-lampu natal di setiap sudut kota. Menyusuri jalanan cobbled stone dari Odborů ke Wenceslas Square, aku hanya terbengong-bengong mengagumi tata arsitektur kota yang sangat klasik, rapi, dan bernuansa hangat. Bahkan gang-gang kecil pun terlihat cantik di malam hari dengan penerangan lampu jalan berwarna kuning hangat. Saat tiba di Wenceslas Square - Nové Město, kembali mulut ini ternganga ketika menengok ke kanan, terlihat sebuah bangunan besar bergaya klasik dengan kubah nan anggun. Ternyata itulah National Museum, yang berdiri kokoh disebuah dataran tinggi diujung Wenceslas Square. Sebenarnya sulit sekali menggambarkan keindahannya dengan kata-kata, jadi aku hanya akan menuliskannya dalam sebuah kata "Mengagumkan"!

National Museum
Di ujung kiri Wenceslas Square ada sebuah pasar natal yang sayangnya telah tutup saat aku tiba. Disana berdiri sebuah pohon natal raksasa setinggi sekitar 15m yang dijadikan tempat foto laris manis malam itu oleh sebagian besar pengunjung. Dari Wenceslas aku menyusuri gang-gang kecil yang dipadati dengan toko souvenir di kanan-kiri jalan, menuju ke sasaran utama malam itu yaitu Old Town Square - Staré Město. Malam itu suasana Old Town Square sangat ramai, hingga susah sekali mendapatkan spot foto yang bagus. Semua orang sepertinya ingin menghabiskan malam natal disana. Kerumunan manusia terlihat berkumpul di depan Astronomical Clock, menunggu jam kuno tersebut berdentang setiap satu jam sekali. Aku pernah mendengar bahwa banyak pengunjung yang penasaran terhadap si jam yang tersohor ini, namun akhirnya harus menelan kekecewaan akibat atraksi jam yang dibawah ekspektasi. Hmm... aku sendiri sebenarnya juga penasaran, ingin melihat seperti apa sih atraksi jam kuno yang menjadi icon kota Praha tersebut. Namun aku sudah bersiap-siap juga untuk menyaksikan kemungkinan terburuknya sekalipun. Dan benar saja! Tepat pukul 8 malam, sang Astronomical Clock itu berdentang dengan beberapa boneka kayu yang menari pelan di atasnya. Lalu? Ya sudah, itu saja ternyata! Hahaha... Aku pun tertawa terbahak-bahak seusai pertunjukan itu, melihat banyak wajah-wajah turis yang terbengong-bengong dengan suguhan atraksi yang... hmmm... biasa saja itu. Beneran deh, masih bagusan atraksi jam yang di Plaza Senayan kalau menurutku sih! hehehe...


The famous Astronomical Clock
Prague Christmas Market
Merry Xmas!!! :D
Old Town Square malam itu dipenuhi dengan jejeran kios-kios pasar natal bernuansa merah. Sangat semarak dengan hadirnya sebuah pohon terang dan ribuan lampu penghias taman. Seolah tak ada satu space pun yang terlewatkan dari lilitan lampu kerlap-kerlip itu. Dan menyusuri pasar malam tidak afdol rasanya kalau tidak mencicipi sesuatu, ya toch? Aku pun mencoba si pastry tradisional Trdelnik dan Crepes berisi Nutella. Puas cicip-cicip, lanjut lagi menyusuri si kota tua menuju ke arah The Famous Icon of Prague - Charles Bridge! Keindahan Charles Bridge ini akan selalu ditemukan disetiap kartu pos Praha. Sebuah jembatan cantik yang membelah sungai Vltava, dengan jejeran patung-patung klasik di sepanjang bahu jembatan, menghubungkan Old Town Staré Město dengan Lesser Town Malá Strana tempat sebuah kastil tua bertengger di atas bukitnya. Dan lagi-lagi mulut ini mengucap "Wow..." saat menapakkan kaki di atas jembatan cantik tersebut. Menyusuri sebuah jembatan paling cantik di sebuah kota paling cantik di jantung benua Eropa, rasanya.... betul-betul sebuah anugerah! Berdiam diri aku menikmati setiap jengkal Charles Bridge malam itu, sementara ketiga temanku lainnya sedang asyik foto-foto. Aku lebih memilih menikmati malam dingin itu dengan berjalan pelan dan khidmat di sepanjang Charles Bridge, di malam natal, mem-flash back kembali segala peristiwa dalam hidup, dan akhirnya mengucap syukur sepenuh hati atas semua berkat dan anugerah yang aku terima hingga detik itu. Damai sekali rasanya...
Vltva riverbank view from Charles Bridge
Prague Castle view from Charles Bridge
Malam semakin dingin dan berkabut. Udara winter bulan Desember memaksa kami untuk segera kembali ke hostel untuk mencari kehangatan. Kami berempat memutuskan untuk nongkrong sebentar di bar Belushi's dengan beberapa gelas bir dan seember cocktail. Apa? Seember? Ya, seember! Kami memesan cocktail 'Sex on the beach' yang merupakan campuran dari Vodka, peach, cranberry, serta orange juice berukuran sekitar 2.5ltr yang disajikan dalam goldfish-aquarium berlogo Bacardi. Cara minumnya pun unik, dengan menggunakan pipet/sedotan sepanjang setengah meter, yang dijamin bakal bisa bikin cepet tipsy! Hehehe... Rasanya? Enak! Dan murah, hanya €20 dan dibagi berempat. Jadilah kami menghangat malam itu. :p


This is it... Sex on the beach cocktail in a BIG glass :D
Yummieee....

And finally... One Girl Down!!! :))
_to be continue..._

Comments

  1. Seruuuuu bgt..truuuuuussss... Kapaaan lanjutannyaaaaaa....

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasiiihhh Yuli sayaaang...
      nih lg ditulis kelanjutannya
      sabar ya... ;)

      Delete
  2. aaaaah, kereeennnn! serruuuuu mbak!
    salam kenal ya. :)
    btw, captcha buat komen dinon-aktifin dong mbak. heheh.

    ReplyDelete
  3. thx all :)
    nantikan cerita2 selanjutnya yaa :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Inspirational Travel Quotes

Shop Hop in Netherlands!

Explore Australia for a year? Why not! :)