Sparkling Culinary Christmas Market

So this is Christmas....
I hope you have fun....
The near and the dear one...
The old and the young...

Ya, suasana natal sudah marak terlihat di berbagai sudut Eropa. Atmosfer natal dihadirkan di setiap tempat umum seperti stasiun kereta, pusat kota, shopping area, jalanan, bahkan ada yang namanya Pasar Natal atau Christmas Market yang tersebar di seluruh negara di Eropa. Menurut survey, England - UK adalah negara dengan Christmas Market terbanyak, disusul oleh Germany di urutan kedua. Namun berhubung visa ku hanya berlaku di Schengen area, maka aku tidak bisa mencicipi atmosfer natal di negara nya Harry Potter tersebut. But thanks God aku berkesempatan menikmati Christmas Market di Belanda, Jerman, dan Ceko.

Maastricht, sebuah kota kecil yang letaknya nyempil di ujung selatan Belanda, dan diapit oleh dua negara tetangga yaitu Jerman dan Belgia. Suasana kota Maastricht sangat berbeda dengan kota lain kebanyakan di Belanda. Mungkin karena letaknya yang berada di border Jerman-Belgia menyebabkan kota ini memiliki karakteristik bangunan yang unik, bahasa dan dialek yang berbeda, dan citarasa makanan yang juga berbeda dari Belanda.

Ice Rink @ Christmas Market
Aku mengunjungi Maastricht karena tertarik dengan Christmas Market & Lights Festival nya. Konon katanya, Kerstmarkt disana adalah yang paling meriah karena atmosfer natal nya berbeda dan unik. Perjalanan Rotterdam-Maastricht memakan waktu 2 jam 14 menit dengan kereta, dengan satu kali transit di Eindhoven. Lumayan jauh juga mengingat letaknya yang menjorok keluar dari perbatasan Belanda. Namun perjalanan panjang itu sebanding dengan apa yang akan kita lihat di kota itu.
Begitu keluar stasiun, mata langsung disambut dengan jejeran bangunan berwarna plain dengan bentuk bangunan yang sama sekali bukan tipically Belanda. Sepanjang jalan menuju Centrum dihiasi dengan ornamen-ornamen natal dan kelap-kelip lampu, termasuk sepanjang jembatan Sint Servaasburg yang dihiasi lampu-lampu gemerlap. Menyusuri Centrum hingga tiba di Vrijthof, lapangan tempat Kerstmarkt berada, yang dipenuhi dengan stand-stand makanan, dagangan, hingga permainan. Mirip dengan pasar malam lah kalo di Indonesia. Cuma bedanya, kalau di Kerstmarkt ini kental dengan suasana natal.

Maastricht Christmas Market
Di Kersmarkt Maastricht ini banyak sekali stand makanan seperti Bratwurst Sosis khas Jerman, Belgian Waffle, Jamur goreng, Ayam panggang, dll. Kebanyakan makanan itu bercitarasa Jerman atau Belgia. Bahkan aku tidak menemukan satupun stand yang menjual Stroopwaffle makanan khas Belanda. Hanya ada satu stand Poffertjes, dengan mas-mas ganteng sebagai penjualnya. Hehe...
Di kerstmarkt ini juga terdapat berbagai permainan seperti giant Ferris Wheel, Carousel, dan tak lupa yang paling khas dari winter adalah Ice Rink. Di arena Ice Rink ini kita bisa main ice skating dengan tiket masuk €4.50 dan rental sepatu €4 selama 1 jam. Ditengah arena Ice Rink terdapat sebuah sparkling tree yang menyala indah di malam hari. Selain itu, juga terdapat banyak stand penjual aneka ornamen natal, hiasan pohon natal, dan winter outfit seperti syal dan topi bulu-bulu. Suasana di Maastricht saat menjelang natal memang selalu ramai.

Dordrecht Christmas Market
Lain halnya dengan di Dordrecht. Meski masih sama-sama di Belanda, suasana di Dordrecht terasa berbeda dengan di Maastricht. Kalau di Maastrict, Kerstmarkt nya terpusat di sebuah plein (lapangan) dan ragam kulinernya sarat dengan ciri khas Jerman dan Belgia. Sedangkan di Dordrecht yang di klaim sebagai "The Biggest Christmas Market in Holland" itu tidak terpusat di satu tempat melainkan tersebar di gang-gang seputaran centrum. Kerstmarkt dengan sekitar 200 kios ini lebih terlihat seperti openmarkt biasa yang menjual berbagai kebutuhan sandang dan jg aneka kuliner. Tak ada yang special di barang dagangannya, karena barang yang dijual sama dengan yang dijual di openmarkt setiap minggunya. Yang membedakan hanyalah kios-kios tersebut diramaikan dengan hiasan dan ornamen natal, serta adanya sebuah arena Ice Rink kecil di tengah-tengah pasar, dengan tiupan salju buatan dari atap-atap bangunan disekitarnya. Kulinernya pun nggak jauh-jauh dari makanan khas Belanda, meski aku juga melihat ada satu kios makanan Spanyol.

Germany Fries & Reibekuchen
Suasana yang jauh berbeda (jauh banget malah) aku dapatkan saat mengunjungi Jerman dan Republik Ceko saat Natal kemarin. Di Jerman, pertama-tama aku mengeksplorasi Christmas Market Bubbles di Duesseldorf, menjelajah dari satu Bubbles ke Bubbles yang lain. Bubbles adalah sebutan untuk area dibukanya Christmas Market, dan di kota ini Christmas Market nya tersebar di beberapa tempat alias bubbles. Dan tahu nggak apa yang paling bikin nggak kuat iman disana? Kulinernya itu lho yang bikin jarum timbangan seolah menjerit ketakutan! Segala macam makanan khas Jerman mulai dari Bratwurst, Gluhwein, Brezel, Eierkuchen, Kartoffelpuffer, Reibekuchen, Champignon, etc. sungguh-sungguh menggoda hati untuk mencicipinya satu-persatu. Namun berhubung suasana kurang mendukung saat itu, hujan gerimis mengundang, membuat acara santap kuliner menjadi kurang semangat. Makan Reibekuchen alias Bakwan Jerman masa dengan campuran tetesan hujan dari langit? Yieks! 



Kolner Dom Christmas Market
Lanjut keesokan harinya mengunjungi kota lain di Jerman yaitu Koln atau Cologne. Di Koln ini, suasana Christmas Market nya lebih "heboh" dengan kemerlap lampu berbagai bentuk, lantunan musik natal, segala macam pernak-pernik natal warna-warni, hingga seolah sejauh mata memandang tak ada satu pohon pun yang luput dari hiasan lampu kelap-kelip! Ada 3 market yang masih buka saat aku berkunjung kesana, dimana satu market lainnya telah tutup mengingat esok hari sudah Natal. Market pertama yang aku sambangi adalah yang di belakang Kolner Dom. Christmas Market dengan suasana berwarna merah gemerlapan itu diramaikan oleh puluhan stand yang berbaris rapi membentuk sebuah bentuk bintang, dengan sebuah pohon natal raksasa dibagian tengahnya. Segala-gala kios yang menjual makanan khas Jerman aku cicipi satu persatu. Ada untungnya pergi bareng teman, jadi beli makanannya nggak perlu seporsi tiap orang, tapi seporsi dimakan berempat. Sehingga hampir semua jenis makanan aku coba tanpa merasa kekenyangan, termasuk Bratwurst si sosis andalan Jerman yang melihat ukurannya (30cm) saja sudah bikin kenyang duluan! Namun sayang kami tidak berhasil menjajal Bratwurst yang sepanjang 1/2 meter yang tersohor itu. Next time jika berkesempatan kesana lagi, aku pasti akan menuntaskan misi untuk menyantap Bratwurst sepanjang 1/2 meter itu. Hehe....

Germany Bratwurst! Nyammmm... :-9
Bicara soal makanan memang tak ada bosannya. Jerman punya seleksi kuliner yang 'greasy' alias porsi jumbo. Nggak cuma sosisnya yang berukuran luar biasa, jajanan lain seperti barbeque, pancake, champignon soup, dll pun berukuran jumbo. Soal rasa? Menurutku semuanya uenak dan worthed saat harus berantre ria. Favoritku di kuliner Jerman ini adalah si aneka Barbeque dan Bratwurst (nggak usah ditanya daging apa ya. hehe). Selain enak-enak, ada juga yang aneh-aneh seperti Reibekuchen yang kompak kami sebut sebagai "Bakwan Jerman". Kenapa bakwan? Yaiya, wong bahan dan bentuknya sama seperti bakwan. Kol dan (kadang wortel) diiris tipis kemudian dicampur tepung dan digoreng deep fry. Yang aneh adalah cara makannya. Kalau Bakwannya orang Indonesia biasa dimakan pakai sambal atau cabai rawit, lain halnya dengan bakwan Jerman ini yang makannya dicocol ke Appelmoes alias saus apel. Pas dicoba, yieks! Aneh rasanya, masa si bakwan yang notabene bercita rasa asin dan gurih itu dikombinasikan dengan saus apel yang manis sih? Tapi ya itulah tradisi, tiap negara punya tradisinya masing-masing. Oiya, ada juga yang namanya entah apa aku lupa, seporsi jamur rebus yang makannya dicampur dengan semacam saus santan. Itu enak bangetttt... apalagi pas masih mengepul panas! Menyusuri tiap kios makanan di setiap christmas market di Jerman sama saja dengan merusak diet! Eits, ini belum seberapa.... masih ada christmas market di Prague yang akan aku telusuri keesokan harinya.

Prague Christmas Market
Masih penasaran dengan isi Christmas Market di Eropa? Mari kita lanjut ke Prague atau Praha, ibukota negara Czech Republic atau Ceko. Meski aku hanya menemukan dua buah Christmas Market di kota Praha, itupun tak semeriah Jerman, namun feel-nya beda. Christmas Market disini atmosphernya merupakan perpaduan modern dan kuno. Kuno karena letaknya di sebuah lapangan yang dikelilingi bangunan-bangunan kuno bergaya Bohemian, dan modern terlihat dari banyaknya jumlah sparkling-lamps dan hiasan natal yang memenuhi area pasar natal tersebut. Letak pasar natal yang paling ramai ada di Old Town Square - Stare Mesto. Isinya ya nggak jauh-jauh dari kuliner dan pernak-pernik natal serta Gluhwein. Dan yang bikin nggak kuat iman itu adalah harganya yang jauuuuuh lebih murah dibanding negara lain di Eropa. Mungkin karena letaknya yang sudah menjorok ke Timur kali ya, makanya lebih murah dari Eropa bagian Barat.

Trdelnik, pastry khas Czech.
Kuliner di Praha hampir semuanya berbahan dasar pork dan chicken, dengan side dish kentang atau roti. Di pasar natal, banyak dijumpai stall makanan tradisional seperti Trdelnik, sebuah pastry khas Ceko berbentuk spiral seperti tabung dengan taburan gula pasir diatasnya. Rasanya lumayan kalau masih hangat, tapi saat sudah dingin lumayan alot n bikin susah dikunyah juga. Lalu ada pula Palacinky alias Pancake, ukurannya super besar dengan filling yang bisa kita pilih sendiri. Favoritku tentu saja yang isinya choco pasta, yang langsung lumer saat digigit. Hmmmm.... yummieee.... :D 

Mencoba seporsi Halusky (mash potatoes with cabbage & bacon) yang super yummie, juga Klobasa (sosis Prague) yang aku kurang suka rasanya karena cenderung ke manis. Selain itu, berbagai porsi makanan yang ditawarkan di cafe maupun restaurant disini memiliki porsi yang mengerikan alias greasy alias segede bagong! Plus harganya yang murah gila dibanding dengan di Belanda.

Halusky & Klobasa. yummieee..... :-9


Klobasa, sosis Prague yang sedikit manis

Goulash!

Sate ayam! hahaha...


Liburan di Christmas season itu sama dengan berwisata kuliner, karena pada saat natal atau winter banyak jenis-jenis kuliner yang ngetrend (hanya ada pada saat winter). Jadi, jangan berani-beraninya melirik ke timbangan setiap habis traveling! Karena bisa dipastikan angkanya bertambah naik, just like me. :(

Comments

  1. Seru yaa kalo bisa nikmatin natal di sana, bisa melihat salju hehehe.

    Itu klobasa sosi nya kayak nya mantap bener :)

    ReplyDelete
  2. hihihi...
    iyaaa... Thx God for this opportunity :)
    Btw sosis Klobasa masih kalah manteb ama Bratwurst nya Germany yang segede bagong n maknyusss rasane!
    :D

    ReplyDelete
  3. Ralat aaah,, sosisnya kayanya bukan 1/2 meter deh, kan cuma 30cm ya? 1/2 meter bukannya 50cm *gkadakrjaan* :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. yeee... coba deh dibaca kembali...
      maksud gue, yg gue beli itu yg ukuran 30cm (yg ada difoto)
      kalo yang 1/2m alias 50cm itu ga sempet gue beli n ga sempet gue foto juga sayaaaang.... :)
      *lagibanyakkerjaan*
      hahaha

      Delete
  4. Replies
    1. jangan cuma Belanda aja... smua negara di Eropa bagus banget pas natal... jd berasa banget suasana natalnya :D

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Inspirational Travel Quotes

Shop Hop in Netherlands!

Explore Australia for a year? Why not! :)