A Lil' Step to... Versailles - France!

Aku berjalan cepat menembus gerimis di pagi hari yang dingin, menuju stasiun kereta Bry-Sur-Marne, Perancis. Sarung tanganku sepertinya tak mampu menahan rasa dingin cuaca pagi itu. Ya, hari-hariku selama di Perancis selalu diselimuti dengan hujan dan udara dingin. Sehingga kurang bisa menikmati dan hunting foto spektakuler. Namun buruknya cuaca tak mengurangi decak kagumku setiap kali menjumpai tempat-tempat cantik di Perancis, seperti di Versailles.

Kereta bergerak cepat menuju bagian luar kota Paris. Selama kurang lebih 30 menit di perjalanan, aku perhatikan banyak diantara para penumpang kereta yang memegang peta metro, sama halnya denganku. Hmmm... jangan-jangan mereka ini juga turis dengan tujuan yang sama, ke Chataeu de Versailles - istana Raja dan Ratu Perancis di abad ke-16 . Dan ternyata dugaanku benar, semua orang di gerbong ini turun di stasiun terakhir yaitu Versailles Rive Gauche Station. Whooaa... saat aku turun dari kereta, ratusan orang lain pun turun dan berbondong-bondong menuju pintu keluar yang ke arah Versailles Palace. Lobby stasiun yang kecil itu pun mendadak penuh sesak oleh manusia. Aku menunggu sampai kerumunan itu berangsur menghilang. Malas rasanya berdesak-desakan di pintu keluar stasiun, macam mau masuk pintu GOR Senayan saja!

Di pintu keluar stasiun sudah ada beberapa orang berseragam resmi yang menunggu. Rupanya mereka adalah petugas resmi dari Travel Agent yang memberikan pengarahan, harus lewat mana kalau mau ke Versailles Palace. Mereka juga menawarkan paket guided tour, yang sepertinya harganya bisa ditawar. Aku membuka payungku dan menembus hujan menuju arah yang ditunjukkan si petugas travel tadi. Banyak sekali wisatawan yang sama-sama menuju kesana hari itu. Di hari hujan saja banyak sekali pengunjungnya, apa kabar kalau hari cerah ya? :)
salah satu sudut istana yang berpagar emas
Sampai di pelataran Place de Armes, terlihat deretan payung terkembang yang berjejer di tengah lapangan, membentuk barisan menuju pintu masuk istana. Euwww... harus ya ngantri segitu panjangnya ditengah hujan begini? Aku dan Irina saling pandang dan sepakat untuk men-skip kunjungan ke istana dengan terlebih dahulu mengunjungi garden dan Trianon - tempat tinggal para ratu & putri raja (taman Kaputren kali ya istilahnya kalau di istana Jawa). Aku bertanya ke bagian informasi apakah ada diskon khusus bagi pelajar berusia dibawah 26th. Dan ternyata, kami bisa masuk istana dan Trianon GRATIS dengan menunjukkan Residence Permit Card. Kami hanya membayar entrance fee ke garden nya saja seharga €6.50. Sebenarnya harga tiket resmi untuk mengakses istana, garden, Trianon, serta Marie Antoinette Estate itu sendiri adalah €18. Atau jika mau masuk ke istananya saja seharga €15. Namun jika kita adalah penduduk Uni Eropa (EU Citizen) maupun warga asing yang memiliki Residence Permit, dan berusia dibawah 26th, serta memiliki kartu pelajar, maka kita di-GRATIS-kan masuk ke wilayah ini. Menguntungkan bukan? ;)
bagian depan Versailles Palace
Chateau de Versailles
salah satu parterre di halaman belakang istana
Masuk ke area garden melalui gerbang South Wing, mata ini disambut dengan hamparan taman berbentuk simetris khas French garden. Berdiri tepat di belakang istana, aku hanya bisa berdecak kagum melihat hasil karya keterampilan tangan para French gardener disini. Disebelah kiri ada South Parterre dan Orangery yang berbentuk melingkar-lingkar bak hamparan permadani hijau bermotif elegan. Di tengah halaman belakang istana, ada Water Parterre yaitu dua buah kolam air mancur dengan patung-patung klasik di tepinya. Menengok ke kanan, ada North Parterre yang terhubung oleh Water Avenue menuju Dragon Fountain dan Neptune Fountain, yang ukuran kolamnya 3x luas kolam Senayan! Bahkan saat menengok ke belakang pun, mata ini masih terkagum-kagum akan keindahan arsitektur dinding belakang istana yang dipenuhi jejeran patung dan pilar klasik. Satu kata: WOW.... Ini baru sebagian kecil saja yang aku lihat, namun sudah mewakili kesan utama dari Chateau de Versailles yaitu... Luxury!
dinding bagian belakang istana
Latona Fountain dengan latar belakang Green Carpet & The Grand Canal
Aku mengikuti arah peta menuju Trianon, melewati Latona Fountain yang cantik dan menyusuri Green Carpet, sebuah hamparan rumput hijau memanjang dengan aneka taman dan labirynt di kanan kirinya. Green Carpet ini menuju Apollo Fountain yang tepat berada didepan The Grand Canal, sebuah kanal buatan yang berbentuk + (tanda plus) dan luasnya segede bagong. Di Apollo Fountain ini, terdapat patung dewa Apollo dengan kereta kudanya menyembul ditengah kolam. Di dekat kolam ada pemberhentian kereta mini yang bisa membawa kita keliling area Versailles garden dengan rute tertentu. Biaya naik kereta ini sekitar €3 untuk return alias bolak-balik.
French Garden di halaman belakang istana
Apollo Fountain
pepohonan yang dibentuk kotak memanjang, cantik! :)
Aku melanjutkan dengan berjalan kaki ditengah siraman gerimis nan dingin, bermaksud untuk menikmati setiap jengkal jalanan berbatu yang diapit pohon-pohon yang dibentuk kotak memanjang dan di-trim sempurna, khas French garden. Tibalah didepan gerbang The Grand Trianon, bangunan berwarna pink pastel yang sudah mulai memudar itu dulunya merupakan tempat Raja menjamu tamu-tamunya untuk makan malam. Kebetulan saat aku datang, sedang berlangsung sebuah pameran yang memamerkan benda-benda peninggalan kerajaan. Grand Trianon ini terdiri dari banyak ruangan besar yang lengkap berisi meja-meja makan dengan chandeliar yang cantik. banyak terdapat lukisan-lukisan The Lady Trianon, para Ratu dan Putri Raja. Dibelakang Grand Trianon terdapat parterre atau taman dengan air mancur. Masih terlihat bunga-bunga berwarna ungu dan kuning di taman itu, sisa-sisa kecantikan bunga musim semi yang masih bertahan hingga musim gugur ini.
Galerie des Cotelle @ The Grand Trianon
The Peristyle Marble hall

salah satu lorong bawah tanah di Petit Trianon
Tak jauh dari Grand Trianon terdapat Petit Trianon, yang dulunya merupakan tempat pribadi Queen Marie Antoinnette memanjakan diri dan bersantai. Di Petit Trianon yang berbentuk kotak berwarna pastel ini, terdapat beberapa ruangan yang berfungsi sebagai kamar, dapur, ruang makan, kamar mandi, dll layaknya rumah hunian. Tak banyak yang bisa dilihat didalam Petit Trianon. Namun saat melangkahkan kaki menuju ke kebun di samping Trianon, mata langsung tertumbuk pada hamparan rumput hijau dengan anak sungai yang mengalir tenang disisinya, dan dikejauhan tampak sebuah kubah putih dengan bunga-bunga disekelilingnya. Kubah putih itu adalah sebuah gazebo yang disebut Le Temple de l'Amour (Temple of Love). Bangunan cantik ini terletak di tepi sungai mini dengan jembatan kecil nan cantik. Sungguh suasana disini sangat tenang dengan pemandangan yang indah.
Petit Trianon
Petit Garden & Temple of Love
Le Temple de l'Amour
Aku berniat untuk melanjutkan penjelajahan ke Marie Antoinnette Estate, rumah tinggal sang Ratu yang terletak lumayan agak jauh dibelakang Temple of Love. Namun sayang, waktu sudah tak memungkinkan untuk kesana karena sudah sore, dan aku belum sempat masuk ke Istana. Akhirnya dengan berat hati aku kembali ke Istana untuk melihat-lihat sebentar didalamnya.

audio guide
Saat masuk melalui pintu utama dibagian depan, kembali aku diijinkan masuk dengan gratis hanya dengan menunjukkan kartu residence permitku. Setelah melewati mesin detector, aku menuju ke bagian Audio Guide counter, dimana kita bisa meminjam alat semacam walkie-talkie yang bisa menjelaskan tentang setiap sudut istana ini. Alat ini dilengkapi dengan entah sensor atau teknologi apa, yang secara otomatis menerangkan dengan detail, ruangan demi ruangan yang kita lewati. Namun sayang, suasana didalam istana betul-betul ramai dipadati pengunjung sehingga kurang leluasa dan berkonsentrasi mendengarkan penjelasan audio guide berbahasa Inggris itu.

Banyak sekali ruangan megah didalam Versailles Palace. Mulai dari The Royal Chapel, kamar Raja, ruang perjamuan makan, galeri lukisan, hingga yang paling tersohor yaitu The Hall of Mirror. Ya, ruangan yang berbentuk memanjang ini dipenuhi dengan cermin, jendela kaca, chandeliar-chandeliar cantik, patung-patung emas, hingga atap yang dipenuhi dengan lukisan megah. Decak kagum dan gumaman takjub banyak terdengar disekitarku saat memasuki ruangan megah ini. Inilah ruangan yang paling tersohor dari Versailles Palace itu sendiri, dan aku bersyukur telah berkesempatan berdiri di dalamnya, mengagumi hasil karya tangan seniman abad pertengahan.
The Hall of Mirror
salah satu patung emas didalam Hall of Mirror
The Royal Chapel
Tak terasa waktu sudah kian sore namun gerimis masih setia memayungi langit Versailles dari pagi hingga sore hari. Aku melangkahkan kaki melintasi Place de Armes menuju stasiun kereta. Aku sempat menoleh ke belakang, masih mengagumi sebentuk istana berpagar emas itu. Sebuah peninggalan dan bukti kemewahan kerajaan Perancis di era abad pertengahan. Aku berjanji didalam hati, suatu hari nanti aku akan kembali kesini, untuk menuntaskan penyusuranku ke setiap sudut Chateau de Versailles, terutama ke Queen's Hamlet dan Marie Antoinnette's Estate. Semoga! :)

Comments

  1. waaaaaaa... nice..:O
    real GOLD huh..???

    ReplyDelete
  2. waaaaaaa.... Duduuut....
    Akhirnya kata2 puitismu tak hanya mengalir di twitter :D haha...
    akhirnya kau punya blog jg bradeerrr...
    keep on writing yaaa... kata2 puitis loe menyentuh bgt :p

    btw, real GOLD or not, I have no idea
    Coz I didn't try to pick it some :p hehehe...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Inspirational Travel Quotes

Shop Hop in Netherlands!

Explore Australia for a year? Why not! :)