Shop Hop in Netherlands!

Aku pernah membaca sebuah artikel tentang Belanda, dimana dikatakan bahwa "Bad Girl go to Amsterdam, Good Girl go to Delft, and Shoppaholic go to Rotterdam". Ungkapan tersebut tidaklah berlebihan, mengingat memang di Amsterdam lah sentra segala yang dilegalkan. Kemudian Delft dijuluki sebagai Kota Pelajar dimana terdapat banyak mahasiswa dari berbagai penjuru negeri yang menuntut ilmu di universitas-universitas ternama di Delft. Sedangkan Rotterdam, si kota metropolitan yang berbalut serba kemodernan itu disebut-sebut sebagai surga belanja. Well, apakah benar? Mari kita ulas.

Rotterdam terkenal sebagai The Biggest Port in Medieval Europe. Kota ini merupakan persinggahan dari berbagai negara yang melintas di perairan sekitar Belanda. Hal ini menciptakan keberagaman etnis yang turut berpengaruh kedalam dunia fashion. Sebagai kota pelabuhan yang selalu ramai, maka dapat dipastikan pertumbuhan sektor niaga pun berkembang pesat. Hingga pada saat Rotterdam diluluhlantakkan oleh Jerman, maka dibangunlah Rotterdam yang baru dengan konsep modern. Susunan tata kota pun diatur sedemikian rupa dengan pembagian district-district yang selaras. Terdapat sebuah district yang menjadi denyut nadi kehidupan bisnis dan niaga di Rotterdam. District pusat kota yang biasa disebut Centrum ini memiliki sekian blok yang dipadati toko-toko fashion pemuas selera fashionista. Hingga dibangunlah sebuah jalan bernama Lijnbaan pada 1953, yang merupakan car free zone shopping walk terbesar di Eropa pada masa itu. Lijnbaan memiliki banyak cabang yang menembus ke jalan-jalan disekitar Lijnbaan itu sendiri. Di sepanjang jalan ini dipadati ratusan toko-toko fashion yang up to date serta cafe-cafe outdoor yang cozy. Berbagai butik dengan merk kenamaan seperti Esprit, Mango, Zara, C&A, H&M, Hugo Boss, Shoebaloo, dll, tersebar diseputaran City Centrum.

Lijnbaan Street
Berdasarkan hasil survei, harga barang-barang fashion di Rotterdam memang relatif lebih murah dari kota lainnya di Belanda. Harga barang di butik kenamaan di Lijnbaan pun masih tergolong "acceptable". Sebagai contoh, mantel tebal musim dingin dibanderol mulai dari EUR59. Berbagai jaket chic wanita mulai dari EUR29. Bahkan aku bisa mendapat jaket tebal untuk musim dingin hanya seharga EUR10 saja!! Entah sedang musim diskon atau memang aku sedang hoki, kebanyakan hasil belanjaanku kudapatkan dengan harga diskon. Hanya beberapa items saja yang aku beli dengan harga normal. Tak hanya di Lijnbaan, di sepanjang Beurstraverse pun kita bisa menemukan toko-toko murah, salah satunya The Sting. Toko ini ada dua macam, meskipun masih sama-sama berada di area City Centrum. Di The Sting yang berada didalam underground area Beurstraverse, kita bisa menemukan barang2 yang diobral dengan harga konyol mulai dari EUR1 saja. Aku berhasil mendapatkan sebuah baju atasan tanpa lengan hanya dengan EUR1 dan sebuah denim hanya dengan EUR5. Padahal harga asli denim di rata-rata toko kebanyakan mulai dari EUR15 lho... Begitu juga dengan jaket kulit sintetis, bisa didapatkan dengan EUR15 saja, sedangkan di toko lainnya mulai EUR29 untuk jenis jaket yang sama. Namun berbeda dengan The Sting yang satu lagi yang ada diluar underground Beurstraverse, disana barang-barang yang dijual jauh lebih mahal dan nyaris tanpa diskon. Rupanya The Sting memang dibagi dua, satu untuk barang-barang tanpa diskon, satu lagi khusus untuk barang yang didiskon habis-habisan. Masih di Lijnbaan, ada satu butik favoritku namanya Ti Amo. Di butik ini harga baju-bajunya sangat acceptable, bahkan hanya disinilah aku menemukan berbagai macam belt/ikat pinggang berbagai model dengan harga hanya EUR1 all items!! Ditempat lain aku cek, tidak ada yang menjual belt dibawah harga EUR5. 

Jejeran sepatu yang bikin ngiler :D
Tak hanya baju up to date harga miring yang bisa kita temukan di Lijnbaan, sepatu dan tas pun bisa kita dapat dengan harga yang bikin melongo. Beberapa toko sepatu yang terkenal murah adalah Van Haren, Axi Schoen, dan Shoe Outlet. Di ketiga toko ini, banyak boots-boots dijual dengan harga diskon. High boots termurah yang berhasil didapatkan oleh salah satu temanku di Shoe Outlet hanya seharga EUR10 saja! Wow... Intinya kalau belanja barang diskon harus sabar dan teliti, maka bukan mustahil kita bisa mendapatkan barang-barang kualitas oke dengan harga yang nggak bikin kantong kere. :)

Bicara mengenai shopping di Rotterdam, tak hanya ada di City Centrum. Rotterdam juga punya yang namanya Alexandrium dan Primark. Kedua tempat shopping ini berada di kawasan Prins Alexander, Rotterdam. Hanya perlu naik kereta selama kurang lebih 8 menit dengan tiket EUR2.40 untuk sekali jalan, sudah bisa memuaskan hasrat shopping disana. Alexandrium dan Primark berdiri bersebelahan masih didalam komplek niaga yang sama, tepat diseberang stasiun Rotterdam Alexander.

Jika Alexandrium merupakan sebuah area tempat berjejernya butik-butik dan berbagai toko serta cafe, maka Primark adalah sebuah bangunan terpisah yang merupakan sebuah department store yang berisi segala macam kebutuhan fashion. Semacam Matahari dept.store lah ya kalau di Indonesia. Soal harga? Jangan ditanya.... Di Primark ini setiap shoppaholic bisa mendadak gila karena melihat price tag yang murah-murah! Namun, harga murah bukan berarti barang nya pun murahan. Kualitas barang di Primark ini bisa masuk kategori oke dan bagus, bahkan kalau anda jeli bisa mendapatkan barang berkualitas super dengan harga miring tentunya. Coat yang umumnya dibanderol seharga EUR60-80 di Lijnbaan, bisa didapat di Primark mulai harga EUR25 saja! Aku pun tak mau ketinggalan menyabet sepasang snow boots bulu-bulu untuk musim dingin, hanya seharga EUR10. hehe.... I told you, Shoppaholic can shop til drop here! 

mari ngeborong :)
Primark adalah dept.store asal Irlandia yang membuka cabang di beberapa negara di Eropa yaitu di Austria, Belgia, Belanda, Jerman, Portugal, Spanyol, dan United Kingdom. Aslinya, di Irlandia toko ini bernama Penneys, namun diluar Irlandia namanya Primark. Dept.store ini sangat terkenal di Eropa, membuat setiap orang berbondong-bondong belanja di Primark, terutama weekend. Jadi jangan kaget saat melihat antrian mengular didepan kasir, yang meskipun berjumlah belasan bahkan sampai puluhan kasir tetap saja seolah kewalahan menghadapi serbuan pembeli dengan belanjaan segambreng! Haha....

boots lucu anak-anak seharga EUR15-20 saja

Antrian kasir yang mengular (-__-")

Kios keju tradisional Belanda
Selain belanja di butik, toko, maupun dept.store, belanja di pasar atau sering disebut Open Markt juga cukup menyenangkan. Berbagai kebutuhan tak hanya sandang namun juga pangan dan kebutuhan lainnya bisa didapat di pasar tradisional dengan harga miring. Setiap pasar tradisional punya jadwal buka masing-masing. Tidak setiap hari ada, melainkan seminggu 1x sampai 2x saja. Umumnya, di pasar ini banyak pedagang asal Turki dan Suriname. Soal fashion, di pasar bisa ditemukan kios baju baik yang baru maupun kios baju bekas. Aku tidak menyarankan untuk beli baju di pasar tradisional, karena kualitas nya kurang bagus. Namun di pasar ini, kita bisa menemukan sayur mayur segar serta buah-buahan murah, juga bisa wisata kuliner murah meriah sampai kenyang di berbagai kios makanan didalam pasar. Mulai dari makanan khas Turki, Suriname, Vietnam, hingga kios ikan segar yang menjual ikan Harring untuk dimakan mentah. Menyusuri pasar ini sambil jajan berbagai jenis makanan itu sangat menyenangkan! Tanpa sadar bahwa berat badan makin bertambah jika setiap minggu wisata kuliner di pasar tradisional macam ini. Haha :)

paling suka jajan ini :) aneka seafood goreng!!

ikan Harring yang dimakan mentah pakai bawang

kios Buah dan Sayur

Bicara soal belanja, mungkin tak hanya mencakup soal dunia fashion. Satu lagi yang menarik adalah belanja souvenir khas negeri kincir ini. Seperti kita tahu, kita berasal dari sebuah negara dengan budaya "oleh-oleh" nya yang kental. Tak jarang (bahkan selalu) saat kita bepergian kesuatu tempat, banyak yang nyeletuk "Oleh-olehnya ya jangan lupa". Tak hanya keluarga yang sering berkomentar begitu, teman, tetangga, BAHKAN orang yang belum bisa dikategorikan "teman" pun kadang suka minta oleh-oleh. Heran deh.... Budaya oleh-oleh ini kadang cukup merepotkan saat akan membawanya pulang, namun sekaligus sangat menyenangkan saat sedang hunting pernak-pernik souvenir itu sendiri. Hehe... Dilema ya!

Clogs Shoe
Jika ditanya oleh-oleh dari Belanda, pasti yg ter-pop up di kepala adalah sebentuk sepatu kayu warna kuning. Bener kan? Tuh senyum-senyum sendiri bacanya. Hehe... Well, sebenernya bukan hanya si sepatu kayu kuning itu saja yang khas dari Belanda. Coba sebutkan, tulip, kincir angin, keju, dan pernak-pernik keramik biru-putih. Nah yang belakangan aku sebutkan tadi itu yang paling khas dari Belanda. Seni kerajinan keramik dengan nuansa biru-putih dengan berbagai bentuk dapat ditemukan murah di kota Delft. Karena di Delft inilah asal dari si biru-putih yang terkenal itu.


Blue-White pottery, khas kota Delft
Sempat tadi aku sebutkan Delft adalah kota pelajar, dan memang betul. Kota kecil ini tidak seramai Rotterdam, jauh lebih sepi, jauh banget malah bedanya. Penampakan kota ini cukup indah dengan jejeran bangunan tempo doeloe disepanjang sisi kanal-kanal yang tersebar diseluruh penjuru kota. Banyak terdapat flat-flat atau kos-kosan bagi para mahasiswa, toko-toko dan cafe cantik bertengger disisi kanal, serta beberapa gereja tua yang indah. Yang paling terkenal tentu saja gereja tua Oudekerk di tepi kanal, dan gereja baru Nieuwekerk di Square (centrum) pusat kota. Menara gereja Nieuwekerk yang menjulang setinggi 108,75m merupakan icon kota Delft yang sering muncul di gambar kartu pos. Nah, disekitar Nieuwekerk ini banyak tersebar toko souvenir yang menawarkan pernak-pernik untuk oleh-oleh dengan harga murah. Harga souvenir di Delft merupakan yang termurah dibandingkan dengan kota lainnya di Belanda. Harus jeli dalam mensurvei harga dari satu toko ke toko lainnya. Tiap toko punya keistimewaan diskon masing-masing. Yang termurah yang aku temukan adalah koleksi souvenir di toko pertama sebelah kiri gereja. Di toko ini, aku bisa mendapatkan selusin pajangan keramik biru-putih berbentuk sepatu clogs yang diikat bendera Belanda, hanya seharga EUR6. Atau pajangan (masih keramik biru-putih) bentuk sepatu   dengan beberapa tulip kecil didalamnya seharga EUR1/buah. Gantungan kunci pun sangat murah, assorted keychain berbagai bentuk dihargai EUR10/lusin. Atau magnet kulkas berbagai bentuk seharga EUR10/5buah. Kalau di-convert ke Rupiah memang terlihat mahal, namun percayalah ini masih lebih murah dibanding harga souvenir di kota lainnya di Belanda. Harga souvenir memang lebih mahal di Eropa dibandingkan di Asia.

ayo diborong! :D
Selain berburu souvenir di Markt Square, ada baiknya melipir sebentar ke Centrum nya Delft. Disana terdapat jejeran butik dan toko dengan berbagai koleksinya. Jangan bayangkan Mall atau pertokoan modern canggih kelas wahid. Di Delft ini, semua toko dan cafe berdiri disetiap bangunan asli kota Delft, which is old building. Kesan hangat dan nyaman sangat terasa saat menyusuri area centrum, kemudian berakhir di sebuah grottemarkt untuk mampir mencicipi segelas chocomelk with slaagroom yang yummiii..... :D

Pengalaman belanja menarik juga aku dapatkan saat di Den Haag. Di centrumnya, terdapat sebuah Passage dimana didalamnya berjejer toko dan cafe dengan nuansa klasik modern. Selain De Passage, hasrat belanja juga bisa dipuaskan di area Spuidstraat, sebuah pedestrian walking yang sarat dengan jejeran toko-toko dan butik berkelas. Suasana disepanjang jalan ini sangat klasik dengan bangunan tuanya yang dijadikan ruko.  Harga? Relatif standar dan tidak lebih murah dari Rotterdam. Namun suasananya itulah yang membuat kita nyaman saat tanpa sadar menghabiskan beberapa lembar Euro! :D

Comments

  1. Yayyy!!! Kalo mo shoping lagi Jangan lupa ajak-ajak ya! ;)

    ReplyDelete
  2. sip sip siiippp....
    Mari qt terorizing toko2 di Belanda!
    hahahaaa :D

    ReplyDelete
  3. kalo di sana hiasan magnet windmill paling murah berapa? bisa dapet ga 0.99 euro satu buahnya ato ada yg lebih murah? buat suvenir nih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ada di Delft magnet kulkas 1euroan.
      di deretan toko2 sebelah kanan gereja Nieuwe Kerk itu murah2.
      Toko yg paling miring harga nya ada di paling kiri (sisi terdekat ke menara gereja)

      Selamat berburu souvenir ;)

      Delete
  4. mau kesana ...
    tapi ga bisa bahasa belanda ...
    mau punya baju tradisionalnya

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Inspirational Travel Quotes

Explore Australia for a year? Why not! :)