Hello from Holland :)

Dinginnya udara pagi buta menyergapku saat kaki ini untuk pertama kalinya menjejak tanah Eropa. Well, bukan tanah sih lebih tepatnya. Melainkan pelataran beton tempat parkir Bandara International Schipol, Amsterdam. Lelahnya badan ini setelah menempuh 16 jam lebih penerbangan Jakarta-Amsterdam, seolah tiba-tiba lenyap saat menyadari dimana kini aku berada. Ya, aku sudah tiba di Belanda. Sebuah pencapaian dari mimpi masa kecil, dan sebuah awal dari petualangan-petualangan baru di sebuah benua yang sarat dengan keindahannya. Dan disinilah aku memulai hari-hari bebas stress ku. :)
JKT-AMS by KLM Royal Dutch Airlines

Aku tiba di Schipol International Airport tepat pukul 05:50 pagi. Saat di imigrasi, petugasnya (ganteng!!) dengan ramah bertanya perihal tujuan ke Belanda dan tinggal dimana. That's it! Simple dan hanya makan waktu 30 detik, lalu 1 lagi koleksi cap pun ditambahkan kedalam paspor hijau ku. Beresss... eits, tunggu dulu. Masih ada satu hal yang bikin deg-degan. Soal selusin bumbu dan dua kaleng sarden yang aku jejalkan kedalam koper, kira-kira musti di declare gak ya? Sempat ciut juga saat melihat kearah pintu keluar custom yang dijaga oleh bukan hanya 1-2 petugas, melainkan 7 sekaligus!!! Duh, piye iki kalau nanti ternyata disuruh bongkar koper gegara bawa terasi udang dan sarden? hmmm... beberapa detik bimbang dan galau, akhirnya aku memutuskan untuk dengan cuek dan sok cool nya melenggang anggun melewati ketujuh petugas yang gede-gede itu! Dan pheewwww.... Lolos juga dari pintu itu! Hehe... sebuah ketakutan yang berlebihan memang. :p

Hari itu aku dijemput oleh hostdad, keluarga yang akan aku tinggali nanti. Perjalanan menuju Rotterdam memakan waktu 45 menit dengan mengendarai mobil. Pemandangan sepanjang jalan tol adalah padang rumput dengan kabut tipis mengambang dipermukaannya. Sesekali melewati kincir angin atau Molen, yang bikin tangan gatal untuk mengambil kamera di tas dan menjepretkannya di sepanjang perjalanan. Namun tentu saja hal itu tidak aku lakukan, karena mengingat disebelahku ada hostdad yang sedang asyik bercerita ngalor-ngidul. Nggak sopan sekali kalau aku nya malah asyik foto-foto! hehe... Tahan dulu deh, kan masih ada setahun kedepan menikmati negeri kincir ini. ;)

Hari pertamaku di Belanda, tepatnya di Hillegersberg district -sebuah kota kecil di pinggiran Rotterdam- aku lalui dengan... Kedinginan! Well, padahal saat itu masih summer dengan suhu 16-20'celcius. Tapi bisa-bisanya aku menggigil didepan heater saat tengah hari bolong. Dasar body dari negara tropis, mungkin kaget diajak ke wilayah berudara dingin.
Saat udara menghangat di sore hari, aku diajak ke village centrum untuk melihat-lihat. Di pusat desa ini, berjajar toko-toko dan cafe. Namun yang membuatku heran adalah jam tutup toko yang rata-rata tutup pada jam 6 sore. Dengan jam buka toko yang tergolong siang, jam 11. Wow, enak sekali ya para pemilik toko disini? Cuma 6-7 jam saja bekerja nya!

Bergse Dorpsstraat (Village centrum)
Rumah mungil dipinggir danau
Kemudian aku diajak menyusuri danau dengan boat pribadi milik keluarga Meneer Meesters, hostfamily ku. Danau yang belakangan aku tahu bernama Bergse Voorplas ini lumayan luas, dengan jejeran rumah-rumah mungil disepanjang tepinya. Rumah-rumah mungil ini dilengkapi dengan garasi perahu masing-masing. Sangat unik! Namun menurut Luc (hostdad), rumah-rumah ini hanya ditinggali saat weekend saja atau pada saat holiday season. Jadi semacam villa lah kalo di Indonesia. Di salah satu tepi danau, terlihat sebuah kincir angin tradisional Belanda bernama Prinsen Molen. Satu dari tujuh kincir angin yang masih tersisa di kawasan Rotterdam. Kali ini aku bisa menjepret si kincir nan anggun ini dengan leluasa. Next time, aku akan menyempatkan diri berkunjung ke Prinsen Molen ini untuk melihat dari dekat.
Prinsen Molen
 
Danau Bergse Voorplas terletak bersebelahan dengan danau Bergse Achteplas, dengan hanya dibatasi sebuah jalan raya utama Straatweg. Kami menyusuri kedua danau tersebut sore itu. Tampak banyak sekali orang yang berperahu ria di danau, termasuk segerombolan pemuda yang berpesta bir diatas boat besar. They called it "Summer Beer Party". Wow...
Summer Beer Party

Hollandaise Bitterballen, Lekker!
Kami menghabiskan sore itu di sebuah cafe pinggir danau dengan menikmati secangkir chocomelk atau susu coklat panas dan sepiring bitterballen, camilan khas Belanda yang dihidangkan lengkap dengan bendera Belanda pada tusuknya. It's nice! Holland is welcoming me well, Thanks. ;)
Sebuah canal cantik didepan tempat tinggalku :)

Comments

  1. Nice writing! Interesting story! Keep up girl! :)

    ReplyDelete
  2. tengkyu tengkyuuu...
    you too... keep on writing ur stories, it's inspiring!
    chayoo... ;)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Inspirational Travel Quotes

Shop Hop in Netherlands!

Explore Australia for a year? Why not! :)