A Lil' Step to.... Bangkok & Pattaya - Thailand

            Bangkok Trip – Day 1

Sawasdee ka…..!! Baru tiga minggu yang lalu saya pulang dari summer holiday di Phuket – South Thailand, pagi ini saya sudah nongkrong di Soetta airport untuk terbang kembali ke negeri Gajah Putih itu. Namun kali ini bukan untuk liburan 100%, melainkan juga dalam rangka tugas dari kantor. Ya gak papa lah, bekerja sambil liburan tho namanya. Hehe… Saya akan bagikan pengalaman liburan saya selama 5 hari di Bangkok dan Pattaya. Cekidooott….
Kali ini saya dapat flight Malaysia Airlines pukul 5 pagi, first flight. Namun karena ini merupakan maskapai asal Malaysia, flightnya pun diwajibkan transit terlebih dahulu di Kuala Lumpur selama 1 jam. Jadi total perjalanan saya kali ini ke Bangkok memakan waktu 5 jam! Jauh lebih lama disbanding dengan direct flight JKT-BKK yang Cuma butuh waktu 3 jam penerbangan. Hmm…tp gak papa deh, toh ini juga dibayarin kantor tiketnya, plus dapat 2x makan pula dipesawat! Hehehe….
Pukul 10.00 saya tiba di Suvarnabhumi Airport – Bangkok. Tidak ada perbedaan waktu antara Thailand dan Indonesia. Suvarnabhumi Airport ini bersih, modern, dan langsung terasa ‘aura’ Thai nya, lantaran banyak ornamen2 khas Thai  di berbagai penjuru airport. Dari airport saya langsung menuju Din Daeng District untuk makan siang. Kali ini saya nggak sebutkan ya makan dimana dan habis berapa, karna lagi2 dengan alasan: kali ini saya nggak backpackingan, melainkan urusan kantor. Hihihi…

Patung megah di Suvarnabhumi Airport
Selesai lunch, saya langsung meluncur ke Chatucak Weekend Market, karena kebetulan hari itu hari Minggu. Untuk mengexplore chatucak ini, rasanya butuh waktu berhari-hari lantaran luas Chatucak yang mencakup hingga beberapa hektar lahan dengan beberapa ribu kios didalamnya! Tak heran Chatucak disebut-sebut sebagai “The largest Market In The World”. Oleh karena itu tak hanya waktu luang yang dibutuhkan, namun juga stamina dan tas belanja yang besar untuk menjelajah setiap sudut Chatucak. Karena segala hal A-Z ada semua disini.
Siang itu saya menghabiskan 4 jam untuk mblusak-mblusuk di Chatucak. Itu pun saya rasa baru 30% nya saja dari luas Chatucak seluruhnya yang berhasil saya jelajahi hari itu. Dimulai dari area dekat JJ Mall, saya menyusuri gang-gang yang penuh dengan jejeran kios beraneka ragam. Pasar ini sangat rapi, dibagi menjadi puluhan blok sesuai kategori barang dagangannya. Ada blok souvenir, baju, furniture, kerajinan tangan, dll.
Disini saya berhasil menawar tas cangklong warna-warni khas Thailand dari harga THB 150 menjadi THB 80 saja. Berhubung untuk oleh2, saya borong saja 1 lusin. Begitu pula dengan tempat tissue, pajangan dinding, dompet, magnet kulkas, dll semuanya bisa ditawar hingga ½ harga. Karena belanja banyak di kios ini, saya dapat bonus 1 set gantungan kunci. Asyiiik…. Lumayan buat tambahan oleh2. Lanjut lagi berjalan menyusuri pasar dengan ransel yang kian menggelembung. Beli ini itu sampai akhirnya saya sadar, uang Bath di dompet saya habis! Weww…. Akhirnya mau tak mau saya balik lagi ke JJ Mall untuk mencari Money Changer. Haha…

Chatucak Market

Singkat kata, setelah 4 jam menggila di Chatucak dan menghabiskan beberapa ribu Bath, saya kembali ke mobil dengan menggendong ransel gendut dan membopong tas belanja. Fiiuuhhh…. Udah ah, tobat belanjanya! Masih ada 4hr kedepan soalnya. Oia, di Chatucak ini banyak kios2 makanan berjejer di pinggir pasar. Kalau mau cobain makanan Thai yang aneh2 ada semua disini. Aroma serangga goreng, octopus bakar, kodok panggang, semua bercampur di udara. Saya sih bukan tipe2 “extreme food hunter”, jadi saya cukup menikmati Milk Thai Ice Tea favorit saya dan aneka macam handmade sosis & seafood bakar. Ada sih beberapa orang dari rombongan saya yang mencoba belalang goreng dan keripik ulat. Ouch…. Saya sih gak berani coba! Hihihi…
Selesai ngubek-ubek Chatucak, saya menuju Madame Tussaud Museum di Siam Discovery, kawasan Siam Square. Namun ternyata macetnya Bangkok jauh lebih bikin stress ketimbang Jakarta lho… Hadeh…. 5 hari disana bikin saya bete tiap kali di jalanan, macetnya parah!
Saya menghabiskan 1 jam berkeliling Madame Tussaud. Walau tak sebesar Madame Tussaud yang di Hongkong, museum patung lilin dengan 11 section ini mampu membuat hati senang. Kenapa? Ya karena bisa ketemu tokoh2 terkenal di dunia, walaupun hanya sebatas patung lilinnya saja. Hehehe…. Saya pun tak menyia-nyiakan foto bareng orang2 ganteng seperti Steven Gerard, Nicholas Cage, Brad Pitt. Dan yan paling bikin saya girang adalah ketemu sang pujaan hati, Will Smith!! Biarin deh dibilang norak, habis saya emang kesemsem banget sama si hitam manis Will Smith dari dulu. Haha…

Me n my love... Will Smith! :D
Puas mengexplore Madame Tussaud, saya meluncur ke Royal Dragon Restaurant di kawasan Bang Na. Restaurant kebanggaan Bangkok ini pernah menyabet gelar  “The World Largest Restaurant” by Guinness Book of Record pada tahun 1992. Konon restaurant ini mampu menampung 5.000 customers, dengan 1200 staff dan luas area lebih dari 1.600m2. Wow!! Soal rasa? Jangan ditanya…. Seafood nya maknyuusss…..
Malam itu saya menginap di Amari Atrium Hotel di kawasan Petchaburi. Hotel bintang 4 ini lumayan oke, namun sayang lokasinya kurang strategis, sehingga agak jauh kalau mau kemana-mana.

Note: Jika bukan karena urusan kantor, saya pasti memilih kawasan Khaosan Road untuk menginap. Karena kawasan ini adalah pusatnya backpacker di Bangkok. Jadi banyak banget hostel2 dan tempat makan yang low budget, sesuai dengan kebutuhan.



Bangkok Trip – Day 2

Hari ini saya meninggalkan kota Bangkok untuk menuju Pattaya, sebuah kota berpantai dengan jarak 2-3 jam perjalanan darat. Tak lupa saya mampir ke Sriracha Zoo & Tiger Farm untuk melihat uniknya interaksi antar hewan2 disana. Serta menonton atraksi2 binatang buas yang menakjubkan.
Setiba di Pattaya, saya langsung menonton Alcazar cabaret show. Alcazar Show ini adalah show cabaret dengan tata panggung yang dramatis serta para pemain yang cuantik cantik. Eitz, tapi jangan tertipu…. Mereka ini bukanlah perempuan tulen, melainkan para waria/banci yang sudah dipermak sana sini. Ya, banci2 Thailand memang sudah tak asing lagi di telinga kita. Kecantikan banci2 Thailand bahkan bisa mengalahkan kecantikan artis2 wanita tulen disana. Saking cantiknya, mereka terlihat bak boneka Barbie diatas panggung. Mereka bernyanyi lip-sync dan menari selama show kurang lebih 1 jam ini. Selesai show mereka akan berbaris disamping gedung pertunjukan menawarkan diri untuk berfoto dengan pengunjung. Tarif 1x foto bersama seorang waria disana sekitar THB 40-50. Cukup murah bukan? Hmmm…. Tapi ada pepatah mengatakan: “Jika anda seorang wanita, jangan berfoto dengan banci Thailand jika tak ingin disangka Anda lah pembokatnya!” Hahaha….
Malam itu, saya menghabiskan setengah malam di Hard Rock Café Pattaya bersama teman-teman, sembari menikmati semilir angin pantai dan ditemani beberapa botol Hei**ken dan Chang (merk khas Thailand). Puas ngobrol2 kamipun berjalan kaki menyusuri pantai kembali ke hotel tempat kami menginap malam itu, A-One Royal Cruise Hotel. Diperjalanan, kebetulan kami bertemu penjual sate sosis keliling. Berbagai macam sosis, seafood, kulit ayam, kodok, bahkan kalajengking goreng pun ada! Mumpung di Thailand, tak ragu lagi kami pun menjajal si Kalajengking goreng, Ulat goreng crispy, dan belalang goreng. Rasanya??? Mmm…. Silahkan anda coba sendiri. Hehehe…… Asin-asin campur sangit-sangit gimanaaaa gitu! Hihi…..



Bangkok Trip – Day 3

Hmmm…. Bangun kesiangan pagi ini. Gagal deh rencana jalan2 pagi di pantai Pattaya! Haha…. Alhasil bersantai saja sarapan pagi di swimming pool area. Namun sayang cuaca hari itu kurang bersahabat, hujan rintik2 pun membasahi Pattaya.

Breakfast @ A-One Royal Cruise
Setelah hujan reda, saya check out dari hotel. Ya, saya hanya menginap satu malam di Pattaya karena padatnya jadwal kegiatan dan jalan2 yang sudah disusun. Saya kemudian menuju ke Nongnooch Village Botanical Garden. Mau ngapain disana? Ya pastinya mau lihat keindahan kebun bunga dan tanaman2 unik disana. Serta menonton pertunjukan Thai Dance dan atraksi gajah yang konon katanya ‘lebih pintar’ dari gajah2 di Sriracha Zoo.

Butterfly Hills - Nongnooch Village
Di Nongnooch Village, saya menyaksikan pertunjukan Thai Dance kolosal, menonton atraksi serombongan gajah pintar dan atraktif, foto2 bersama Harimau, gajah, dan burung Kakatua pintar, serta berkeliling di taman bunga serta maze. Untuk berkeliling taman bunga, kita bisa naik mobil mini terbuka dengan tarif THB 100 untuk sekali keliling. Lumayan bisa dapat spot2 menarik untuk foto2. Namun karena cuaca terik, kali itu saya tidak ikutan keliling taman. Saya menghabiskan waktu dengan nongkrong di salah satu café outdoor didalam komplek taman, sambil menikmati Ice Chocolate dan buah-buahan tropis dingin dibawah lambaian pepohonan diatas kepala saya. Hmmm…. Segaaarrrrr…. Tak ketinggalan juga Durian Monthong nya!

@ Nongnooch Village
Puas leyeh-leyeh di Nongnooch Village, sore harinya saya melanjutkan perjalanan kembali ke Bangkok. Tujuan kali ini adalah MBK atau Mahbongkroong. Sebuah dept.store macam Mangga Dua yang sarat barang2 fashion dengan harga terjangkau. Di MBK saya memborong produk Boots (yang memang menjadi tujuan utama saya belanja kali ini). Karena produk2 perawatan Boots tidak dijual di Indonesia, maka inilah kesempatan memborong segala macam produk kecantikan dan perawatan tubuh di toko ini. Dua kantong plastik besar penuh dengan produk perawatan, cukup bikin saya kerepotan saat membawanya menyusuri MBK. Hehe… gapapa lah, niatnya emang bukan cuma untuk dipakai sendiri, tapi juga dipasarkan melalui online shop saya. Hihi….



Bangkok Trip – Day 4

Selamat pagi Bangkok! Cuaca cerah dan pemandangan dari lantai 16 hotel Amari Atrium ini cukup oke sebagai pencerah mata saya yang masih ngantuk. Rencana hari ini, saya mau mengeksplore spot2 wisata utama di kota Bangkok. Maka, selesai sarapan saya langsung meluncur menuju pusat kota. (maklum hotel tempat saya menginap terletak agak di pinggir kota) hehehe…
Spot Pertama, melewati Erawan Shrine. Sebuah tempat pemujaan yang konon dipercaya dapat membawa keberuntungan dan kekayaan bagi siapapun yang sembahyang dengan rutin di kuil mini ini. Mungkin kalau di Indonesia semacam tempat untuk cari pesugihan gitu kali ya… katanya sih banyak orang dari berbagai penjuru yang datang kesini dan meletakkan sesajen dengan harapan doa mereka terkabul dan keberuntungan selalu menyertai mereka. Kuil mini ini terletak dipelataran Grand Hyatt Erawan, dekat dengan beberapa shopping centre seperti Gaysorn, Central World, dan Amarin Plaza. Letaknya yang strategis di perempatan jalan membuat tempat ini selalu ramai dikunjungi setiap hari. So, mau coba cari peruntungan di Erawan Shrine? Saya sih gak minat, makanya cuma lewat sambil melongok-longok saja. Hehehe…..
Spot Kedua: Saya menuju Grand Palace, sebuah istana yang pernah ditinggali keluarga raja sejak tahun 1700 sampai pertengahan 1900. Raja yang saat ini menjabat, Raja Bhumibol, kini tinggal di Chitralada Palace, istana resmi tempat tinggal keluarga raja di masa kini. Sedangkan Grand Palace sendiri kini murni sebagai tempat tujuan wisata. Didalam komplek Grand Palace ini, terdapat banyak bangunan yang didominasi warna emas. So jangan lupa siapkan sunglasses anda, apalagi dalam cuaca terik, karena sebagian besar bangunan didalam komplek ini dapat menyilaukan mata anda! Hehe…. Ada sebuah kuil yang sangat indah didalam komplek ini, Wat Phra Kaew. Kuil yang keseluruhan bangunan nya berlapis emas ini merupakan bangunan kuil perpaduan Thailand dan Cambodia, dimana terdapat bentuk2 hasil adopsi dari Angkor Wat didalam komplek kuil ini. Lelah berkeliling di komplek istana, saya melanjutkan perjalanan menuju sebuah pasar didekat komplek istana. Tak lupa saya membeli buah potong segar yang disiram saus asam manis, lumayan untuk mendinginkan ubun2 saya yang sudah berasap, saking panasnya cuaca siang itu.

Keramaian Grand Palace
Spot Ketiga: saya berjalan kaki menyeberangi bagian dalam pasar menuju pelabuhan kecil untuk menuju Wat Arun. Dengan menaiki perahu motor, saya dan rombongan dibawa menyusuri sungai Chao Phraya dan mampir ke sebuah kuil ditepi sungai. Bukan untuk turun dan masuk ke kuil tersebut, melainkan untuk memberi makan ikan patin dari atas perahu. Ikan patin di kuil ini bukan ikan biasa menurut masyarakat setempat. Ikan2 ini dianggap keramat dan disucikan. Selain ukurannya yang sangat besar, berbeda dengan ikan patin biasa, warna ikan2 ini pun abu2 pucat. Bahkan jika anda beruntung, anda dapat melihat ikan yang berwarna putih, dan itu tandanya doa yang anda panjatkan akan terkabul. Perjalanan dilanjutkan menuju kuil Wat Arun atau sering disebut Temple of the Dawn (Kuil Embun). Kuil ini unik, karena seluruh permukaannya dilapisi pecahan porselen warna-warni yang disusun membentuk lukisan dan gambar2 indah. Wow! Amazing…. Yang membedakan kuil ini dengan kuil2 lainnya di Bangkok adalah, kuil ini tidak berwarna emas, melainkan warna-warni porselen. Sangat indah!

Lapisan porselen warna-warni di dinding Wat Arun
Oiya, disebelah kuil ini terdapat sebuah sentra oleh2, dimana kita bisa mendapatkan berbagai souvenir khas Thailand. Disini, saya dapat selusin gantungan kunci gajah hanya seharga THB 100 saja. Juga kaos bergambar gajah, untuk dewasa dan anak2 pun harganya cukup murah disini. Hmmm…. Lagi2 ransel saya menggelembung! Hahaha…. Selesai belanja, saya kembali menaiki perahu motor untuk menyeberangi sungai Chao Phraya. Nah, saat saya menunggu bus di tepi jalan ini, saya ketemu tukang es krim khas Thailand; es krim buah dan sayur! Es krim ini semacam es “Tung-tung” kalo di Indonesia. Penyajiannya pun sama, dua scoop es krim ditaruh diatas selembar roti tawar, yang cukup dilapisi tissue dibagian bawahnya. Bedanya, kalo di Indo rasa es tung-tung biasanya seputar nangka, alpukat, duren, atau coklat. Tapi di Bangkok ini, rasanya perpaduan buah dan sayur. Terbukti dari adanya potongan kecil2 buah nangka, mangga, pepaya, kacang kapri, buncis, dll. Penasaran rasanya? Hmmm…. Nagih!!! (ngebayanginnya aja ngilerrrr….) (>,<!)
Spot Keempat: Wat Pho. Masih terletak dikawasan sekitar Grand Palace, saya menyusuri jalan menuju komplek The Nine Wonders of Wat Pho. Di komplek ini terdapat Patung Buddha Tidur atau Reclining Buddha yang tersohor itu. Dengan panjang 46m dan tinggi 15m, keseluruhan patung ini berlapis emas dan mata patung terbuat dari mutiara. Sebetulnya selain Reclining Buddha, masih ada 8 spot menarik lainnya didalam komplek ini. Spot2 tersebut mempunyai karakteristik dan kisahnya masing2. Namun keterbatasan waktu yang saya miliki membuat saya tak sempat menjelajahi komplek ini lebih jauh lagi. Ditambah waktu pun sudah sore dan mendung tebal sudah menggelayut diatas Bangkok. Saya pun memutuskan kembali ke hotel karena hujan deras mulai mengguyur macetnya kota Bangkok sore itu.

Macetnya Bangkok :(
Malam itu, setelah istirahat sebentar di hotel sambil menunggu hujan reda, saya memutuskan untuk wisata kuliner. Bersama beberapa teman, saya naik taxi menuju kawasan Phahurat (Bangkok’s Little India) untuk mencoba beberapa stall makanan dipinggir jalan. Namun jenis makanan di kawasan ini rata2 makanan Timur Tengah seperti Sish Kebab, Briyani, Prata, Kari, dll. Ah, sudah biasa sepertinya di Indo juga banyak! Haha…. Kamipun lanjut naik taxi lagi (berhubung sudah diatas jam10 malam, agak susah cari bus) menuju ke Yaowarat atau lebih dikenal dengan China Town. Disepanjang jalan banyak berjejer seafood stall. Tujuan kami adalah stall “Shark Fin Soup” atau “Sup Sirip Ikan Hiu” yang notabene makanan langka itu! Ouch… denger nya aja udah miris banget, apalagi makan! Waduh, gak deh… Saya gak tega ngebayangin ikan hiu dimasak! Haha…. Alhasil saya gak ikutan makan si hiu, melainkan berburu cemilan macam Roasted Chestnut, Sausage satay, dan es buah. Cemal-cemil sana sini bikin lupa waktu sampai lewat tengah malam. Akhirnya setelah kantuk mendera dan perut begah, kami pun kembali ke hotel.



Bangkok Trip – Day 5

Hoaammmm…..!! Hari ini bangun kesiangan lagiiii…. Kalo pintu kamar saya ga digedor mungkin saya bisa molor sampai siang! Hari itu gak ada jadwal kemana-mana. Freetime sampai siang lalu ke airport untuk kembali ke Tanah Air. Saya pun mulai packing, koper-travelbag-ransel, semua gendut-gendut! Hihi… berdoa semoga bagasi gak over weight!
Selesai sarapan, saya check out hotel kemudian langsung menuju airport. Oiya, diperjalanan, saya masih sempat mampir Big-C, sebuah department store yang gak terlalu besar, namun lumayan oke buat menghabiskan sisa Bath didompet! Di Big-C ini saya jajan kuliner saja, selagi para peserta rombongan yg lain sedang berburu ini itu. Siang itu saya jajan Thai Milk Ice Tea, Honey Waffle, Chestnut, dan Thai Crepes. Hadeh, pokoknya kalo liburan di Thai pastiiiii bikin gemuk, secara jajan nya banyak! Hahaha…..
Akhirnya, tiba saatnya saya harus kembali ke Tanah Air…. Hujan siang itu turun saat saya tiba di Suvarnabhumi Airport. Hmm…. Masih ada waktu 2 jam sebelum boarding, saya manfaatkan (lagi-lagi) menghabiskan sisa recehan Bath dikantong! Beberapa bungkus manisan mangga, permen durian, dan coklat berhasil dipaksa masuk ke ransel yang sudah teriak-teriak kepenuhan! Hihihi….
Sebuah perjalanan yang menyenangkan, 5 hari berada di Bangkok dan Pattaya. Meski diwarnai hujan selama 3 hari dan macet setiap hari, namun okelah untuk menetralisir stress saya. Lain kali, saya sih masih mau banget liburan kesini lagi, tentunya tanpa dibarengi dengan urusan kantor. Supaya saya bisa menyelusuri lebih jauh lagi ke seluruh pelosok kota Bangkok, bisa membaur dengan masyarakat lokal, bisa mengenal budaya Thai lebih dalam lagi, dan tentunya bisa liburan ala Backpacker kembali! Hoho…. Kaphoonkaa Bangkok, see u next time! Sawasdee ka…… \(^_^)/




Comments

  1. Nice post!Sisca, kalau pergi ke Thailand lagi pleaseee let me know yaaa..Pengen bgt exploring thai lihat keindahan alamnya, keunikan culture n pastinya kulinernya juga..:)

    ReplyDelete
  2. Iyaaaa mbaaa.... :D
    pasti tar dikabarin kalo kesana lagi....
    Pegi bareng yaaa tar qtaaa.....
    \(^,^)/

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Inspirational Travel Quotes

Shop Hop in Netherlands!

Explore Australia for a year? Why not! :)