A lil Step to..... KL


KL Trip – Day 1

Hari itu, Kamis jam 6 pagi kami sudah meluncur ke Soekarno Hatta Airport, dikarenakan penerbangan kami ke Kuala Lumpur dijadwalkan jam 8.30 pagi. Kami pergi berempat; Saya, Khristina, Ken, dan Rebecca. Kami berencana untuk liburan singkat di KL selama 3 hari 2 malam.
Jam 7.30 kami check in dan masuk ke boarding lounge di Gate D1 yang unfortunately tidak ber-AC. Atau mungkin ber-AC tapi tidak dingin sama sekali. Hehe…
Singkat cerita, jam 11.30 waktu Indonesia kami landing di LCCT Kuala Lumpur. As we know, LCCT (Low Cost Carrier Terminal) ini adalah airport khusus untuk penerbangan budget airlines, seperti Air Asia, Cebu Airlines, dll. Kalau untuk penerbangan Full Board Airlines, Malaysia punya KLIA (Kuala Lumpur International Airport). Dimana airlines-airlines International seperti Garuda, KLM, Singapore Airlines, dll hinggap disini.
Dari LCCT kami naik Sky Bus, yang tiketnya sudah kami beli bundled dengan tiket pesawat. Sky Bus ini adalah armada bus milik Air Asia. Lama perjalanan dari LCCT ke KL Central memakan waktu 1 jam, dengan pemandangan mostly kebun kelapa sawit di kanan kiri jalan.
Sesampai di KL Central, kami berjalan kaki sekitar 500m kearah Jl.Tun Sambanthan, diamna terdapat Monorail Station di kawasan Little India. Kami naik monorail menuju Bukit Bintang dengan harga tiket RM 1,4. Sesampainya di Bukit Bintang, kami tinggal menyeberangi perempatan jalan yg sangat terkenal di kawasan Bukit Bintang tersebut – Times Square nya KL – dan sampailah kami di Paradiso B&B Hostel. Untuk menemukan hostel ini, mata kita harus jeli, karena hostel ini tertutupi oleh sebuah baliho berukuran sangat besar. Papan nama hostel pun nyempil diantara A&W dan jejeran toko2 lainnya.
Kami booking 2 kamar Twin Bed melalui www.hostelworld.com beberapa minggu sebelum hari H. Harganya pun cukup terjangkau, hanya RM 70 / org untuk 2 malam, sudah plus breakfast pula! Kalo dirupiahkan Cuma sekitar Rp.210.000 /org untuk 2 malam!! Wow…. Fasilitas lumayan oke dan bersih, dengan kamar AC dan kamar mandi shared diluar. Namun terpisah antara Female & Male Bathroom nya. Female ada di lt.3 sedangkan Male ada di lt.2. Breakfast nya dapet 2 Toast + jam&butter plus juice (tiap pagi) kalo nginep disitu seminggu pasti bosen tuh ketemu roti panggang mulu tiap hari! Haha… tapi lumayan banget dapet sarapan begitu dengan harga yg Cuma Rp.100 ribuan per malam!! Di Indonesia aja belum tentu dapet, iya kan??! Namun kekurangan hostel ini ada dua: ga punya lift dan receptionist nya jutek!
Balik lagi ke acara nya. Setelah istirahat dan mandi2, kami keluar cari makan siang (makan telat sebenarnya) karena udah jam 3 sore… akhirnya kami ke KL Pavilion, sebiah mall (lagi-lagi ketemu mall) di kawasan Bukit Bintang juga. Hanya perlu jalan kaki sekitar 5 menit aja kesana. Didepan mall ini ada air mancur yg cukup terkenal, namanya Crystal Fountain. Bentuknya kaya mangkok susun tiga asimetris gitu. Setelah foto2 di dpn Crystal Fountain, kami makan di food court didalam mall.Banyak pilihan makanan nya dengan kisaran harga antara RM 10 – 50 an, atau diatas RP.30.000an lah… untuk pilihan rasa…. Yaaa lumayan lah… ada yg enak ada yg gak. Kebetulan saya dapetnya yg gak enak! Haha… saya makan Nasi Goreng Taiwan, yang trnyata oh ternyataaa ga ada rasanya blas! Hambarrrrr….. tapi teman saya, Ken, dapet Nasi Goreng Pattaya (masakan Thailand) rasanya nendang banget! Enak. Begitu juga Khristina dan Rebecca, yg asyik menyantap Mie Ramen nya. J seems like I’m not lucky that evening. Hehe…

Sehabis makan, kami langsung menuju Twin Tower alias Petronas Tower. Kami naik Bus Rapid KL dengan tariff RM 1 / one way. Sangat murah kan? Cara bayarnya juga unik, kita harus bikin kartu Rabbit Kad dulu, seharga RM 10, yang nantinya akan diisikan saldo dengan nilai yang sama kedalam kartu. Nah kita harus menempelkan kartu itu di sebuah alat sensor ddlm bus pada saat naik dan pada saat mau turun. Canggih ya!
@ Twin Tower
Untuk foto2 di Twin Tower, kami harus turun di Suria KLCC, karena di belakang mall ini ada sebuah taman yang spot nya oke banget buat foto2. kami sampai di Suria KLCC jam 5 sore. Hmmm… matahari masih cerah lhooo…. Kami menghabiskan 2 jam foto2 di jembatan taman belakang mall tersebut, sampai matahari terbenam pukul 7 malam waktu setempat. Ya, di Malaysia matahari terbenam lebih lama. Magrib aja masih terang benderang disana…
Capek foto2 dan sudah mati gaya, kami pun lapar. Kami memutuskan naik taxi meter yang banyak ngetem didepan mall. Tawar menawar, akhirnya sepakat RM 10 dari Suria KLCC – Bukit Bintang. Malam ini kami memutuskan makan di Jl.Alor! sebuah jalanan di kawasan belakang Bukit Bintang, yang menjadi kawasan wisata Kuliner di malam hari.
Kalo di Jakarta mungkin seperti Jl.Pecenongan kali yaaa, tapi bedanya Jl.Alor ini tertutup bagi kendaraan saat malam hari. Sepanjang jalan penuh dengan kursi & meja makan. Dan rata-rata masakan yg banyak dijual disini adalah Chinese Food (dan agak susah cari yg halal yaaa). So buat yg muslim, kalo mau makan disini harus buka mata lebar-lebar, carilah kios yang jual makanan halal, dengan cirri-ciri pedagangnya ibu-ibu pake jilbab, atau bapak-bapak India. Dijamin halal deh… selain itu yaa…. Bismillah aja pas mau makan! Hehehe… Tapi jangan khawatiiiirrr…… diujung jalan ini pas turunan ada RM Arab koq yang jual Nasi Kandar, Kari, dan Roti Canai. Yang bisa dipastikan masakannya halal karena yang jual orang Arab. Hoho….
Malam itu kami makan di Jl.Alor dengan nikmat! Selain karena lapar, juga karena semua menu yg kami pesan rasanya aman-aman aja di lidah, alias enaaakkk!!! Selesai makan kami beli air mineral 4 galon (ukuran 5ltr). Hah? Kenapa 4 galon? Ya buat stock kami selama 2 hari kedepan… karena kalo beli airnya ngeteng sebotol sebotol jatohnya borosss,,, secara kami kan backpackeran gitu…. Alhasil kami berempat menggendong galon-galon tersebut ke hostel dengan berjalan kaki. Untungnya jarak Alor ke Hostel ga gitu jauh, tp lumayan ngabisin napas juga karna naik tangga ke lt.3!! Secara hostel ini ga ada lift nyaaa… Huaaaa…..



KL Trip – Day 2

Keesokan harinya, kami bangun pagi2 karena mau one day trip ke Genting. Kami sudah membeli tiket pp KL Central – Genting kemarin. Tiketnya lupa berapa harganya, pokoknya tiket bus + skyway return. Jam 10 kami berangkat dari KL Central menuju Genting Highland yg terletak diluar kota KL. Perjalanannya mirip ke puncak, Cuma bedanya gak macet n jalannya lebar. Hehe…
Kemudian kami melanjutkan perjalanan dengan menggunakan Skyway, sebuah kereta gantung yang menghubungkan Skyway Station ke Genting Resort di puncak bukit. Perjalanan menggunakan Skyway ini memakan waktu hanya 15 menit diatas ketinggian sekitar 40m. Awalnya rada ngeri, tp lama2 asyik! Hehe…

On the Sky Way cable car
Sampai di Genting, kami main2 di Genting Indoor Theme Park. Kami ga main di outdoor nya, karena ya itu tadi…kami kesini kan backpackeran, dengan budget yg terbatas. Hehehe…. Jadi ya mikir 2x buat beli tiket outdoor yg seharga +/- Rp.180.000an itu… Lagipula wahana2 nya pun mirip dufan atau trans studio lah… jd kami pikir mendingan duitnya disimpen buat beli oleh-oleh, iya kaaannn?

@ Ripleys Believe it or Not Museum - Genting

Pulang dari Genting jam4 sore, kami langsung menuju Petaling Market di kawasan China Town. Naik monorail dari KL Central kemudian turun di Maharajalela Station. dari situ kami jalan kaki bergerimis ria sejauh +/- 1km. Petaling merupakan flea market sentra oleh-oleh yang di malam hari penuh sesak oleh pedagang kaki lima. Disini banyak ragam souvenir untuk oleh-oleh. Mulai dari gantungan kunci, tempelan kulkas, pajangan, kaos, hingga parfum dan jam tangan imitasi. Barang2 fashion pun banyak dijual disini, seperti tas, dompet, ikat pinggang, dan beberapa toko baju. Namun sebagian besar kios menawarkan pernak pernik souvenir dengan harga yang bersaing. Trik untuk berbelanja oleh2 murah disini adalah dengan ngotot nawar dengan patokan 1/3 harga aslinya. Rata2 harga barang2 dsni bisa ditawar sampai 1/2nya.

suasana di Petaling Night Market

Sebagai contoh, kami dapat gantungan dinding bergambar Petronas hanya dengan RM 5 (15.000 saja! Sedangkan harga gantungan seperti itu di Thailand harganya bisa mencapai 30 – 45rbu!! jauh lbh mahal ) – Tunggu cerita saya selanjutnya mengenai trip ke Thailand – Kemudian harga Kaos paling murah bisa kami dapat di harga RM 6 saja untuk ukuran anak2, kalau dewasa sekitar RM 10. Gantungan kunci sama rata di semua kios seharga RM 5 untuk 1 set isi 5pcs. Pokoknya malam itu kami berbelanja sampai jam 11 malam!



KL Trip – Day 3

Keesokan harinya – hari terakhir di KL – kami check out jam 11. Langsung menuju KL Central dan menitipkan koper dan backpack kami di locker penitipan barang dengan membayar RM 20 / locker dengan kapaaitas kira2 dua kali ukuran badan saya! Hehe… 3 koper teman dan 1 backpack saya pun masuk dengan sempurna kedalam locker tersebut. Kenapa kami menitipkan barang2 kami disana? Karena kami masih mau menghabiskan sisa waktu kami di KL dengan jalan2.

Mau naik LRT

Kami pun memutuskan untuk ke Pasar Seni / Central Market. Dengan LRT  (kereta listrik) seharga RM 1, kamipun sampai di LRT Station Pasar Seni dalam waktu +/- 10 menit saja. Dari station kami jaln kaki menuju Jl.Hang Kasturi atau yang lebih dikenal dengan nama Kasturi Walk. Disepanjang jalan ini banyak kios2 souvenir dan restoran di sisi kanan jalan. Di sebelah kiri Kasturi Walk inilah Central Market berdiri. Dengan bangunan Art-Deco nya yang kokoh. Di Kasturi Walk ini kami mampir di sebuah rumah makan Arab yang bernama “Retoran Yusoof”. Kami makan nasi kandar, nasi Briyani, dan roti Naan plus Kari. Tak lupa Es The Tarik khas Malaysia pun melengkapi makan siang special kami. Selama 3 hari di KL, baru siang itu saya makan lahap sekali. Ya, makanan di restoran Babah Yusoof ini memang juara rasanya! Recommended banget deh! Jangan lupa mampir ke resto ini jika jalan2 di Kasturi Walk. Hehe…

Ini dia resto Babah Yusoof yg maknyussss itu....


Selesai makan kami pun mengeksplore bagian dalam Central Market. Bangunan 3 lantai yang dipenuhi toko2 souvenir, accessories, baju, serta kerajinan tangan ini cukup nyaman dan bersih untuk diubek-ubek. Di Central Market kami mendapat oleh2 khas KL, Coklat Beryl, dengan harga miring. Teman saya, Khristina, tak tanggung-tanggung beli 1 dus coklat untuk oleh2. Namun kami tak bisa berlama-lama disini, karena jam 5 kami sudah harus tiba di Airport. Kami pun menghabiskan sisa waktu di Central Market dengan foto2.

@ Kasturi Walk

Ada kejadian lucu dan konyol saat kami tiba di LCCT Airport. Akibat keasyikan foto2 dan bercanda, tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 6 sore dan kami belum juga masuk boarding lounge. Padahal pesawat teke off jam 7. Akhirnya kami berempat pun buru2 lari ke boarding lounge. Namun kami terlebih dahulu melewati Mesin detector, dimana kami diharuskan meletakkan barang2 kami termasuk jam tangan dan hp kedalam mesin x-ray dengan ‘ban berjalan’nya itu. Nah, teman2 saya ini, si Khristina-Rebecca-Ken, mereka iseng membawa galon air kosong ke Indonesia. Katanya buat kenang-kenangan! Namun apa yang terjadi? Saat si 3 galon itu di dimasukkan kedalam mesin x-ray, ‘ban berjalan’ pada mesin itu tidak mau bergerak. Sehingga si gallon-gallon ini dengan anteng nya diam didalam mesin, ga mau maju! Konyol nya, teman saya si Khristina, mungkin karena sudah tidak sabar atau juga karena kecintaannya pada gallon air, nekat menerobos masuk mesin x-ray untuk menarik gallon tercintanya!!! Kontan para petugas custom bandara Malaysia – yang notabene tampangnya serem2 itu – langsung pada teriak “HEY!! Pendek umur kau masuk kesitu!!!” hahaha…… sumpah malu bener kami! Tutup muka aja deh ama kelakuan konyol salah satu teman kami tersebut…. Haha… singkat kata si gallon akhirnya lolos dan boleh masuk ke kabin. Kami berempat pun akhirnya berlari-lari menuju gate keberangkatan, bak adegan di film-film, mengingat waktu tinggal 15 menit lagi! Akhirnya kami pun pulang ke Indonesia dengan derail tawa tiada henti sepanjang penerbangan. What a great holiday! Sampai ketemu di cerita perjalanan saya selanjutnya yaaa…. Ciao!
On a plane way home





Comments

  1. cape baca nya mending langsung aja :p

    ReplyDelete
  2. TErima kasih atas informasinya...semoga sukses
    http://grosirsponmandi.klikspo.com/

    ReplyDelete
  3. TErima kasih atas informasinya...semoga sukses
    http://grosirsponmandi.klikspo.com/

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Inspirational Travel Quotes

Shop Hop in Netherlands!

Explore Australia for a year? Why not! :)